Sahabat yang Tak Terlupakan | Unforgettable Film Review


Halo!

Hari ini aku mau ngomongin soal film Unforgettable. Artinya tidak terlupakan. Judul koreanya Pure Love. Film ini rilis pada tahun 2016 lalu, genrenya romance drama. Tebak siapa pemeran utamanya? Yap, sudah ketebak dari poster diatas ya, ada Do Kyung Soo (Beom Sil) dan Kim So-Hyun (Soo Ok). D.O-nya EXO loh :D Pertama kali ketemu film ini, aku tertarik karena liat ada D.O dan So Hyun. Cus langsung nonton kan, ahaha. Penasaran gimana sih akting D.O kalau di film? Aku pas nonton dia main drama 'It's Ok That's Love' aja kebawa melow liat cut scene dia doang.

Oh iya sebenarnya aktor&aktris yang memerankan karakter remaja di Pure Love ini sebenarnya aku juga familiar.  Ada Lee David, Joo Da Young dan Yeon Joon Seok yang masing-masing memerankan peran teman-temannya D.O dan So Hyun. Yang bikin aku pangling itu, karena mereka semua jadi tanned! Benar-benar khas anak pantai yang setiap hari gosong kena matahari.So Hyun juga sampai kulitnya jadi kecoklatan gitu haha.

(mengandung spoiler, tapi sebisa mungkin tidak kuceritakan detail karena memang paling enak nonton sendiri sih)

Kiri ke kanan, Geu Duk, Gil Ja, Soo Ok, Beum Sil dan San Deul

In 2014, a radio DJ gets a letter from his first love that brings up almost-forgotten memories of the past.
23 years ago in 1991, five friends spend the summer together. One of them, shy and innocent Beom-sil falls in love with Soo-ok. Beom-sil has a noticeable crush to Soo-ok and waits by the girl's window during the summer. Soo-ok suffers with a leg that can't make her walk properly so she is always carried by Boem-sil. The love blossoms and how he always sees her as the girl he had want to marry

Pas liat plot, aku sudah berpikir kalau film ini mirip dengan film 'Sunny' yang juga menceritakan tentang masa remaja, cuma ditambah kisah cinta lah, karena diantara kisah persahabatan cewek-cowok tidak mungkin tidak ada romansa, haha. Apalagi disini ada 3 cowok.

Hmm, siapa disini yang pernah naksir sahabat sendiri?


Alurnya maju-mundur. Pertama diperlihatkan seorang radio DJ sedang membawakan acara pada malam itu. Dia menerima surat dari fan radio, yang ketika dibuka ternyata merupakan surat dari teman lamanya. Surat itu mengungkit emosinya dan membuatnya bernostalgia dengan kenangan musim panas 1991. Setting berganti tempat ke Provinsi Jeolla Selatan Kabupaten Goheung. Iya ini cerita tentang anak desa XD Dan mereka bukan di pulau utama tapi di pulau kecil, dimana sebagian besar penduduknya adalah nelayan, termasuk kakaknya Gae Duk dan bapaknya Soo Ok

Part paling awal sekali digambarkan saat Soo Ok menyambut teman-temannya yang baru pulang dari pulau utama di dermaga. Bukan dermaga sih, si Soo Ok langsung berenang aja mendekat ke kapal haha. Beomsil, Gil Ja, Geu Duk dan San Deul bersekolah di pulau utama, jadi pulangnya pas libur saja. Soo Ok tidak sekolah, karena dia punya kaki yang cacat yang membuatnya sulit berjalan (tapi tidak untuk berenang ya, hehe. Rata-rata anak pulau pasti pintar berenang semua hehe). Soo Ok gembira karena teman-temannya pulang. Mereka membawakan oleh-oleh untuk Soo Ok, dan menggendong Soo Ok bergantian sampai ke rumah.

San deul ceritanya lagi cidera kaki jadi nggak pulang bareng.
Nah mulailah masa liburan seru mereka dimulai. Dari yang cuma main di pantai doang sampai nyuri kunci kapal kakaknya Geu Duk buat pergi ke satu pulau yang belum pernah didatangi Soo Ok. Semuanya seru banget, ala remaja muda, yang dipenuhi semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi. Ada satu scene dimana Gil Ja mengotori pikiran Soo Ok dan Beom Sil yang polos, yang diakhiri dengan adegan kissing si Gil Ja sama kakaknya Geu Duk. Kocak banget pokoknya.



Persahabatan ini juga dibumbui dengan romansa remaja yang jatuh cinta untuk pertama kalinya. Sebut saja Geu Duk yang terang-terangan bilang akan menjadi suami Soo Ok, atau si Sandeul yang diam-diam memandangi Soo Ok, atau si Beom Sil yang kalau malam suka memantau Soo Ok. Sementara si Gil Ja sendiri sepertinya sudah punya pacar, jadi nggak digangguin ketiga teman cowoknya hehe.

Soo Ok emang cantik ei, pembawaannya juga menyenangkan. Meskipun kakinya melemah tapi semangatnya untuk menjadi radio DJ tetap membara. Dia suka mendengarkan lagu-lagu, membuat narasi untuk siaran radionya sendiri di masa depan. Soo Ok bilang,


“Musik tidak berkaki, tetapi bisa terbang ke belahan bumi yang di sini ke belahan bumi yang di sana. Dapat disiarkan dan di dengarkan hingga ke tempat yang sangat jauh. Jika aku menjadi DJ, suaraku bisa terdengar ke sini dan ke sana.”

Juga kata-kata cinta seperti ini

"Cinta itu seperti marathon, mungkin sekarang terasa melelahkan, tapi jika pantang menyerah suatu saat akan terlihat garis akhirnya"

Konflik film ini muncul belakangan, ketika Soo Ok ditawari pergi operasi ke kota oleh seorang dokter yang ditempatkan di pulau itu. Soo Ok yang gembira dan menginginkan sepasang kaki yang sehat, melakukan apa saja agar dapat pergi. Namun sayang, ia terkena fitnah dari penduduk desa yang bahkan membuat persahabatannya dengan teman-temannya berantakan. Ditambah lagi ia menghadapi kenyataan bahwa ayahnya tidak mengizinkan ia pergi. Hatinya hancur dan akhirnya mengambil jalan yang salah.


Endingnya sudah tertebak dari awal, namun aku tidak menyangka aku juga bakal larut dalam emosi. Jam 12 malam terisak-isak karena nonton film ini.. Untung tidak ada yang terbangun hehe. Kesedihan yang ditunjukkan para remaja ini membuatku sesak. Mereka mulai saling menyalahkan dan tenggelam dalam penyesalan. Sedih sekali ketika mereka harus melawan tradisi pulau itu (tau sendiri kan daerah pedesaan punya banyak mitos), dimana jika seorang anak perempuan yang belum dewasa meninggal, maka harus dikuburkan di tempat perkuburan komunal agar penduduk desa terhindar dari nasib buruk.  Artinya nggak pake adat-adatan langsung dikuburkan aja. Ya mana tega sahabat-sahabatnya si Soo Ok. Mereka akhirnya melakukan upacara sendiri, hanya ber-4 dibantu kakaknya Geu Duk.

Sedih coy kehilangan sahabat. Apalagi ketika di saat-saat terakhirnya kita tidak bisa menemani.

T.T

Akting para aktornya bagus-bagus. Menurutku film ini udah perfect banget buat setting dan karakter. Aku ngak habis pikir kenapa film ini dianggap gagal, karena menurutku film ini keren banget. Apa karena penontonnya mengharapkan D.O dapat peran lebih greget ya? Hehe. Disini D.O dapat peran anak pemalu yang diam-diam suka dengan Soo Ok. Dia tidak banyak bicara, hanya mendengarkan saja (uh idaman banget) dan perhatian. Soo Ok dan Beum Sil saling jatuh cinta, tapi tidak ada yang berani mengungkapkan. Beum Sil sempat marah pada Soo Ok, tapi dialah yang akhirnya menemani Soo Ok sampai akhir.

Terus romancenya dimana? Cuma di adegan ini doang, pas Beum Sil janji akan selalu menemani Soo Ok.


Tapi ya gitu. Kalian mengharapkan terjadi sesuatu diantara keduanya? 

Haha. 

Tidak ada sesuatu yang luar biasa sih. Bahkan buat yang mengharapkan Soo Ok akhirnya hidup bahagia dengan Beum Sil, sorry ye. Dan mungkin karena inilah, banyak yang berkata cerita ini tidak seru. Yah memang genrenya seharusnya lebih ke drama saja daripada pake embel-embel romance. 

Itu aja sih. Seru, buat tontonan akhir pekan. Endingnya keren, karena mereka akhirnya bisa mendengar suara Soo Ok sekali lagi setelah 23 tahun. Dari tape recorder yang dijaga Sandeul. Sebuah narasi untuk menutup siaran radio. Judulnya, to love

The most painful, yet the most glorious day of our lives
The day that you missed so much 

For us, today could be that day 

Today, we're younger & prettier than tomorrow 
So, we can be more daring 

Today, 
If there's something you haven't been able to say 
Muster up the courage to tell them now 
How grateful you are, 
How much you miss them.. 
To your beloved friends, 
To your dearly missed one 

Gil Ja, Beum Sil, Geu Duk, San Deul..
See you all tomorrow. 

No comments

Bagaimana pendapat anda?

Penulis. Powered by Blogger.