Menjual Tiket Konser BTOB | Cara Memindahtangankan Tiket Konser KPOP





 
Halo!

Jadi hari ini aku mau cerita sedikit, tentang tiket konserku yang bulan Juni lalu kuceritakan. Membeli tiket BTOB karena kesal tidak dapat tiket Wanna One dan waktu itu lagi ada duit THR. Tanpa pikir panjang aku membayar tiket itu, dengan harapan ketika September nanti ada jalannya buat nonton.

Tapi itu bulan Juni lalu.

Bulan Juli aku masih optimis. Job lagi banyak dan kupikir sudah saatnya maju lagi untuk menyelesaikan skripsi. Sayang semuanya tidak berjalan sesuai rencana, yang ada malah kondisi memburuk, terutama hubunganku dengan mama. Mulai dari titik itu, aku teringat dengan traumaku saat kelas 4 SD, menyiapkan perlengkapan kemping bahkan membeli senter sendiri tapi ketika dirumah mama ternyata tidak mengizinkan pergi.

Aku mulai membayangkan September nanti, gimana minta izinnya.. gimana kalau uang buat tiket pesawat tidak terkumpul juga. Juli lalu aku pernah buka pembicaraan tentang konser ke mama, konser Wanna One dan mama menolak dengan tegas dan menyatakan "lebih baik uangnya disedekahkan.." membuatku takut untuk minta izin apalagi meminta uang untuk bertemu oppa.

Karena itulah, aku mencapai keputusan bulan awal agustus lalu, aku akan jual tiket ini. 


Aku menjual tiket via twitter. Pasang hastag #WTS dan #BTOBinJakarta. Tweet tadi kemudian kusematkan di profil agar bisa dilihat banyak orang. Sedih banget tiket konser pertamaku ternyata begini akhirnya. Tapi mau bagaimana lagi. Tidak mungkin September ini aku berangkat, apalagi dengan kondisi skripsi yang baru mau mulai digarap.

Awalnya kupasang harga 750k. Masih untung sekitar 30k (harga asli 685k, 35k kualokasikan untuk biaya kirim surat kuasa dan materai). Tapi sebulan dipasang tidak ada pertanda bagus, akhirnya aku turunkan harganya jadi 650k.

Cara Memindahtangankan Tiket Konser KPOP

Aku belum pernah beli tiket sebelumnya, juga belum pernah menjual tiket. Karena itu aku cari-cari di twitter bagaimana caranya memindahtangan tiket tersebut.

Sebelumnya waktu konser wanna one di Jakarta, aku ikut memantau dan mempelajari. Bahwa e-voucher dari pembelian online (waktu itu lewat loket.com) harus ditukar jadi tiket fisik dan gelang sebelum konser. Bahwa ada banyak yang membeli tiket bukan untuk dia sendiri, tapi juga untuk orang lain. Nah artinya boleh dong dijualin? Agak ragu karena liat ini di e-voucher :

Terms and condition e-voucher konser BTOB di Jakarta
Terms and condition e-voucher konser BTOB di Jakarta
Aku pernah dengar kalau tiket bisa jual tanpa harus mengurus tiket fisik. Caranya dengan surat kuasa mewakilkan gitu. Nah untuk wanna one formatnya kemarin seperti ini:

wanna one
Contoh surat kuasa penukaran tiket konser

Meskipun ada template seperti ini, dibeberapa tweet ada yang menjelaskan kalau tidak perlu pakai template, bisa juga bikin sendiri tapi ya dengan format surat kuasa yang seharusnya ya.

Selain itu untuk memastikan, aku mengemail loket.com untuk mekanisme pemindahtangan tiket tadi, dan mereka menjawab begini:

Untuk penukaran tiket yang diwakilkan, maka harus membawa:

  1. E-voucher yang sudah diprint 
  2. Surat kuasa dengan tanda tangan diatas materai Rp6.000
  3. Foto copy kartu identitas pemesan tiket 
  4. Kartu identitas asli orang yang menukarkan tiket 
  5. Kartu kredit (apabila pembayaran menggunakan kartu kredit) 

Lebih gampang begini sebenarnya, dan lebih aman untuk pembeli tiket dan penjualnya. Yah, tau sendiri banyak kasus penipuan buat tiket konser ini. Atas nama oppa, banyak orang yang ditipu dan menipu. Apalagi tiket konser ini notabene mahal, tiket BTOB aja yang agak murah. Tiket Wanna One lalu paling murah 1,1 juta. Kalau sampai ketipu sayang banget kan.

Tolong doakan transaksiku dengan pembeli tiket lancar yah. Sudah ada yang dp :D

Mungkin memang belum saatnya bertemu dengan oppa-oppa dari BTOB. Mungkin setelah mereka wamil dan setelah aku menyelesaikan pendidikan ini, kami baru bisa bertemu :)

Semoga disaat itu aku sudah punya uang buat beli tiket VIP, agar bisa melihat mereka dari dekat.

No comments

Bagaimana pendapat anda?

Penulis. Powered by Blogger.