Pengalaman Jadi Seller Shopee | Suka Duka Seminggu Jadi Seller

Ga sengaja pake foto Iphone haha, padahal pake mi
Sudah lumayan lama ya, semenjak postingan terakhirku? Well, selain mencoba buat bikin video, aku juga akhir-akhir ini mencoba sesuatu yang baru. Yaitu menjadi seller di salah satu marketplace terbesar di Indonesia, Shopee. Bukannya pengen promosi aplikasi online berlogo oranye ini, aku pengen ceritain beberapa pengalamanku yang mungkin bisa jadi acuan buat para calon seller lainnya hehe.

Jualan Apa Fir?

Pertama, mungkin aku cerita kenapa bisa jadi seller kali ya? Aku tertarik menjual beberapa barang koleksiku karena aku mendengarkan beberapa podcast dan video tentang gaya hidup minimalis (bakal kujelaskan lengkapnya di postingan lain). Menarik aja liat beberapa orang barat diluar sana tinggal dirumah yang hampir polos, hanya berisikan beberapa barang yang benar-benar penting saja. Gaya hidup yang sangat amat berbeda dengan orang Indonesia yang sekarang lebih ke konsumtif karena gencarnya marketplace dan brand menarik konsumen.

Sebelumnya aku memang sudah terpikir kalau selama 21 tahun hidup didunia ini aku sudah terlalu banyak mengumpulkan barang. Bukan hanya buku dan komik, tapi juga barang-barang bekas seperti perlengkapan paskib, baju dan jaket SMA, seragam organisasi yang udah ga kupakai lagi, puluhan jurnal yang kosong atau setengah terisi, dan lainnya. Bagaimana nanti kalau aku pindah ke kos, atau jika (amit-amit) harus mengungsi, bakal banyak banget barang yang harus aku packing dong?

Gaya hidup minimalis, kalau kata theminimalist.com adalah gaya hidup yang membebaskan kita dari banyak tuntutan dan beban emosional. Mempersedikit baju membuat kita punya lebih banyak waktu karena tidak perlu sulit memilih. Punya lebih sedikit perlengkapan masak dan makan membuat perlengkapan yang harus dicuci jadi lebih sedikit.

Begitulah. Agar tidak terlalu ekstrim perubahannya, aku mulai menjual beberapa barang yang kupikir 'masih punya nilai jual'.

Karena koleksi bukuku sebagian besar sudah dimakan usia (mulai kekuningan) dan pernah kuberi tanda kepemilikan (tindakan bodoh yang mengurangi nilai jual, huft) jadi aku memilah mana yang harus dijual dan mana yang mau didonasikan ke teman, keluarga atau ke panti. Setelah didapatkan sekitar 20 buku yang layak jual, aku mulai mendaftarkan diri menjadi seller di shopee.

Alasanku memilih shopee? Karena di endorse blackpink haha. Nggak ding, karena marketplace ini kunilai paling booming akhir tahun ini dan banyak konsumen yang menggunakannya (ngejar goyang dan kuis haha).

Langkah Mudah Menjadi Seller Shopee

Jadi seller itu gampang. Kalau kamu sudah punya akun pembeli, kamu juga sudah bisa jadi penjual. Tau kan cara loginnya? Daftarkan email, masukkan password dan username yang kamu mau, kemudian verifikasi akun dari surel yang dikirim ke email.

Kamu bisa mulai menjadi penjual dengan mengupload produk yang ingin kamu jual. Cukup klik tambah produk baru dan isi keterangan produk selengkap-lengkapnya. Jangan lupa tambahkan tag. Untuk berat produk, aku meminjam timbangan dapur (huehehe). Kebanyakan buku yang mau jual beratnya antara 300-400gr. Tidak berat.


Jualan buku di lorenikos

Kemudian ketika memilih jasa pengiriman, aku membuka semua opsi pengiriman (jne, tiki, jnt dan pos) karena kupikir selama bolak-balik kampus aku selalu bisa mampir ke jasa kirim manapun. Oh iya, agar bisa mengikuti program gratis ongkir, kalian bisa mengupload foto diri dengan kartu identitas (ktp) ke shopee. Pihak shopee akan mengonfirmasi dalam 1x24 jam.

Selesai? Yes. Tinggal promosikan toko dan barang jualan ke media sosial dan tunggu pesanan datang.

Mampir ke tokoku yuk, lorenikos

Pesanan Pertama, Rintangan Pertama

3 hari pertama, ada beberapa orang yang menawar bukuku. Tapi belum ada pesanan satupun. Hari ketiga aku mulai upload koleksi album wanna one dan sewoonku dan langsung dapat pesanan pertama haha. Dari seseorang di Jogjakarta yang menginginkan album wannaone tbo Jaehwan set-ku. Well, dia nego sih :'( hiks. Akhirnya aku iyain penawarannya karena kupikir pelanggan pertama adalah penglaris. Hahahahaha dasar pedagang amatir.


Jualn koleksi lama. semuanya yang pernah kureview di blog ini. Mampir > lorenikos

Demi keselamatan paketku, aku membeli bubble wrap dari Hara. Tau lah ya, album Wanna One terutama banget yang To Be One itu bahannya paling rapuh. Setelah dibungkus rapi, aku pergi ke pos indonesia.

Sesampainya di pos, hari sudah mendung. Aku mengecek sekali lagi jasa pengiriman yang dipilih dan pergi ke loket. Kemudian bertanya dengan polosnya.

"kak, kalau ngirim barang pembeli lewat shopee, apa perlu ditulis nama dan alamatnya di kiriman? apa perlu bayar ongkir?"

Kakak loket menatapku bingung. "Disini belum kerjasama dengan shopee dek. Jadi tetap harus bayar di counter," katanya sambil memberikan secarik kertas form untuk mengisi keterangan pengirim dan penerima. Aku bertanya begitu karena selama ini paketku selalu ada sticker dari shopeenya gitu, dan seharusnya kalau gratis ongkir, bukankah aku tidak perlu bayar?

Hem... Aku cek ke shopee dan tidak ada pemberitahuan kalau pengiriman pos kilat dari Bengkulu belum tersedia.

Ya sudah lah ya, nanti tanya shopee aja gimana mekanismenya.

Mengikuti instruksi kakak loket, akhirnya aku mengirimkan paket tersebut di loket pos (padahal bukan kantor pos cabang lho, kantor pos utama Bengkulu). Aku menerima secarik kertas kuning berisi resi. Yang kemudian langsung kuinput di dalam rincian pesanan.

Untuk pos, ternyata statusnya baru berubah setelah pesanan dikonfirmasi pihak pos. 1x24 jam, lumayan lama haha.

Dikirim tanggal 5, sampai tanggal 10 ini belum juga sampai. Duh~

Bukan Pesanan Kedua, Tapi Trading

Pesanan kedua belum datang juga. Aku jadi kehilangan semangat untuk mengupload buku untuk dijual. Banyak yang chat tapi belum ada yang memesan bukuku. Pengennya kan cepat terjual supaya kamarku lebih lega. Selagi menunggu pesanan, aku berkenalan dengan melody Bandung (melody = nama fans BTOB) yang ingin trade photocardnya (pc) dengan milikku. Sebagai fangirl, mengoleksi printilan album (photocard, postcard dan lain-lain) adalah sebuah hobi. Aku mengiyakan trade tersebut, dan dia mengusulkan agar kami sama-sama mengupload pc kami ke toko masing-masing dengan harga yang sama, sehingga bisa checkout dengan harga yang sama namun ongkirnya nanti ditanggung shopee.

Jualan atau tempat trade? Dua-duanya bisa.
Begitulah kawan, teknik yang biasa dipakai sobat misqueen twitter untuk menghindari ongkir yang mahal hehe. Meskipun yah, uangnya harus dititipkan ke shopee sampai pesanannya datang.

Kali ini, pembeliku menggunakan jasa kirim JnT yang diendorse om Deddy Corbudzer. Aku pergi ke counter dan mengirimkan pesanan tersebut tanpa bertanya apakah sudah berkerjasama dengan Shopee.

Selesai. Cepat sekali pelayanannya. Beri paketnya, alamat diinput, aku membayar ongkir. Tidak sampai 5 menit.

Sampai rumah ketika ingin memasukkan resi, aku kaget bukan main karena ternyata sistemnya beda dengan pos indonesia.

Wait whaaat

Program Gratis Ongkir Shopee

Karena tidak teliti, kali ini aku kembali membuat kesalahan. HAHAHAHAHAHA. Ternyata untuk JnT sudah lebih gampang pengirimannya. Aku bisa memilih barangnya dijemput atau mau antar ke counter sendiri. Aku panik. Apa harus aku ambil lagi paketnya ke counter? Duh males banget mana mau berenang kan. Akhirnya aku menghubungi costumer service (CS) shopee. Mereka memberikan nomor JnT pusat agar aku mengonfirmasi pesanan kesana.

Saat menelpon, ada beberapa nomor yang harus ditekan. Pertama nomor 1 untuk bahasa indonesia dan kemudian nomor 2 untuk meminta bantuan terkait pengiriman.

CSnya sabar dan sangat membantu. Mereka memintaku untuk menyebutkan nomor resi yang seharusnya kupakai dan nomor resi yang baru kudapatkan saat mengirim barang. Setelah itu CSnya bilang akna mengonfirmasi pesanannya ke pihak shopee. Sebelum ditutup, mereka juga menasihatiku agar selanjutnya tidak ceroboh.

Siap deh masss.

Karena status pesanan belum berubah juga dari 'perlu dikirim', akhirnya aku menghubungi pihak shopee lagi dan bertanya tentang status pesananku. Pihak shopee kali ini minta semua nomor-nomor resi dan nomor pesanan. Mereka bilang akan mengubah status pesanan, dan bilang ke pembeli untuk klik pesanan selesai jika pesanannya sudah keburu sampai. Oh iya, aku menghubungi CS pas hari minggu jam 1 siang lho. Ternyata CS shopee siap sedia membantu 7 hari dalam seminggu dari jam 06.00 sampai jam 24.00, jadi nggak jangan segan bertanya yak!

Lagipula chatnya bakal terhapus segera setelah chat berakhir. Ga perlu malu bertanya deh, jejak kebodohanmu akan hilang dalam sekejap XD

Sorenya, aku mendapatkan email dari shopee mengenai bantuan yang kumintai. Sip deh.

Email dari shopee. Ketika mendaftar, pastikan menggunakan email aktif ya.

Tinggal tunggu pesanannya datang dong ya. Pokoknya sebelum kirim, teliti dulu dikirim lewat jasa apa dan bagaimana mekanismenya.

Pencairan Hasil Penjualan

Pas ngetik postingan ini, ternyata barang pesanan tradingku udah nyampe dong ke penerimanya! Haha. Ternyata lebih menyenangkan ketika barang kita terjual daripada barang pesanan nyampe kerumah ya haha. Aku mendapati seller balance-ku sudah bertambah dan dapat dilakukan penarikan.
Yah meskipun butuh waktu buat pencairan, tapi tidak apa deh.

FYI, sehari bisa mengajukan 3x penarikan dana dan maksimal penarikan yaitu 300 juta. 

Butuh dua hari kerja.
Ayo teman-teman kita berjualan haha. Tunggu postingan 'gaya hidup minimalis yak' siapa tau kalian juga jadi terinspirasi buat mengubah gaya hidup.

No comments

Hi! Terima kasih sudah membaca postinganku dan sampai ke bagian ini! Silahkan tinggalkan pemikiranmu tentang postingan ini di kolom komentar dibawah. Have a nice day :)

Penulis. Powered by Blogger.