Berpisah Dengan Toothless di How To Train Your Dragon 3 | Review Film



Sudah 3 minggu lewat sejak film final How To Train Your Dragon ditayangkan di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Ada kepuasan tersendiri yang kurasakan saat menontonnya tanggal 9 lalu, karena aku nonton pada hari pertama dan teater pertama. Selain itu aku hanya mengeluarkan uang untuk satu orang saja meskipun membeli dua tiket, karena mendapat diskon 50% (untuk tiket kedua) dan potongan 25k dari tix.id

Jadi, bagaimana keseruan sekuel terakhir trilogi kisah Hiccup dan Toothless?
Di film terakhir ini, Hiccup bertemu dengan musuh baru, seorang pembunuh naga bernama Grimmel. Orang ini ahli dalam mengamati dan meracik racun yang dapat membuat naga-naga patuh padanya. Grimmel selama ini mengincar Night Fury dan bertekad untuk membunuh semua spesies Night Fury. Menurut catatannya, semua spesies Night Fury seharusnya sudah mati. Karena itulah, ia bertekad mengejar Hiccup dan membuatnya menyerahkan Toothless. Grimmel memancing Toothless dengan seekor Light Fury, yang menurut Grimmel akan menjadi kelemahan Night Fury. 
Double uwu- Night fury bertemu dengan Light fury

Menurutku, daripada keseruan seperti didua film sebelumnya, di film ini lebih ke cerita pendewasaan diri. Baik buat Hiccup yang diangkat menjadi kepala suku viking setelah kematian ayahnya pada film kedua dan buat Toothless yang menjadi Alpha setelah mengalahkan Bewilderbeast hitam milik musuh.

Sedikit kecewa dengan plotnya yang terlalu fokus pada pendekatan Toothless dan Lightfury dan membuat pasukan lawan yang luar biasa banyak cuma jadi cameo saja. Tidak ada ngeri-nya sama sekali, menurutku. Malah terlihat lebih bodoh dan tak berkharisma daripada Drago, lawan Hiccup di film kedua. Gimana ya, Drago keliatan lebih jantan dan berotak daripada Grimmel (lawan Hiccup di film ketiga ini). Grimmel terlihat tak punya rencana cadangan, meski digambarkan melepaskan lawan untuk bersenang-senang.

Grimmel, villain paling lemah sepanjang HTTYD trilogi

Meskipun sudah lebih dewasa, Hiccup terlihat kembali seperti anak-anak daripada saat klimaks film kedua dimana ia berjuang begitu keras untuk mendapatkan kembali Toothless. Kenapa harus terbang memakai peralatan? Tidak ada lagi bayi naga seperti di film kedua? Kemudian kenapa hanya membawa sahabatnya saja daripada mengerahkan kekuatan seluruh desa, padahal kondisinya tidak sama seperti film kedua dimana Hiccup terjebak di pulau antah berantah dan hanya berpegang dengan kekuatan teman-teman terdekatnya saja. 

Bagian pendekatan Night furry dan light furry jadi adegan yang ditunggu-tunggu, namun ada hal yang menganggu benakku ketika menonton. Di dalam hidden world atau dunia tersembunyi, apa memang tidak ada Alpha yang memimpin? Secara, disana naganya lebih lengkap dan banyak, memang sarangnya naga, kok bisa Toothless datang langsung jadi raja?

Menuju sarang naga tanpa raja
Hal tersebut membuatku agak kecewa, karena aku tidak terima Toothless harus berpisah dengan Hiccup, haha.

Lah, Grimmel kan sudah mati, dan pasukan pengumpul naga sudah kocar-kacir, kenapa harus masyarakat Berk berpisah dengan para naga? Kalau didalam dunia tersembunyi sudah ada alpha, kan Toothless tidak harus bersembunyi disana bersama semua naga yang lain?

Sorry spoiler hehe. Apa udah telat untuk kasih spoiler alert?

Hehehehe. Aku masih tak terima ceritanya berhenti sampai disini. Aku yakin sebenarnya produksi film How To Train Your Dragon masih bisa dilanjutkan.

Untuk rating, menurutku nilai dari imdb 8,2/10 sudah tepat untuk menggambarkan keseluruhan film. Lupakan keluhanku soal jalan cerita, film ini sangat indah dan well-made. Backgroundnya terlihat seperti nyata, seperti mimpi saja melihat naga-naga terbang diantara pepohonan. Sutradaranya juga benar-benar berhasil membuat penonton emosional saat menyaksikan perpisahan antara Hiccup dan Toothless. Aku percaya inti dari film ini adalah perpisahan dengan sahabat tersayang-singkirkan saja konflik pembunuh naga dan semacamnya, film ini sudah cukup bagus. 

Toh 99,99% orang yang menonton film ini cuma mau liat Toothless haha. Bener nggak ni? XD

Uwu banget pas pedekate hehehehe
Jadi, bagaimana menurutmu film terakhir How To Train Your Dragon?  

Goodbye Hiccup & Toothles.... :'(
  

No comments

Hi! Terima kasih sudah membaca postinganku dan sampai ke kolom komentar ini! Aku suuuuuukkaaaaaaa banget kalau ada yang berkomentar. Apa saja. Bilang 'Fira Keren' amat disarankan XD karena akan membuatku tersenyum seharian!

Jk. Drop any comment you want :)

Penulis. Powered by Blogger.