Take Me Back To Semarang





Aku yang anak rumahan ini ditanya pernah kemana saja? Hem.. Sebenarnya nggak bisa dibilang banyak. Saat masa sekolah aku hanya pernah ke Palembang, Jakarta dan Bandung. Selama kuliah pernah menghadiri beberapa acara organisasi dan lomba, jadilah berangkat ke Medan, Palembang (lagi), Semarang dan Kendari. Pas gap year, diajak jalan road trip ke Sumatera Barat yang tentunya melewati provinsi Sumatera Selatan dan Jambi.

Kenangan yang paling berkesan.. Yang mana yah?

*drum roll*


dumdudmdudmdudmd..

Semarang!! 

Jeng jeng~

Bukan Kendari dan Bandung meskipun kedua trip tersebut dibayarin (Kendari dibayarin kampus karena mau lomba, Bandung karena jadi PASKIBRAKA). Bukan juga family trip, tapi satu perjalanan yang bisa dibilang solo trip, perjalanan ke Semarang dalam rangka menghadiri Musyawarah Nasional Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI)).

((semoga mama nggak baca postingan ini karena ada bagian yang takut kuceritakan ahaha).

JADI BEGINI.

Acara musyawarah beginian sebenarnya sudah pernah kuhadiri dan bahkan pernah jadi panitianya. Bengkulu pernah jadi host acara musyawarah juga, tapi cuma region Sumatera sih. Nah buat acara nasional biasaya yang ambil tender universitas besar (dan lebih sering diambil univ swasta). Tahun ini acaranya di Semarang, host-nya Universitas Islam Sultan Agung alias UNISSULA.

Yang diundang ya anak-anak pengurus organisasi ISMKI dari seluruh Indonesia, juga perwakilan universitas-universitas (biasanya ketua BEM) karena bakal ada pemilihan ketua ISMKI berikutnya juga di acara ini. Oh iya sebelum bicara lebih jauh, aku akan kenalkan dulu, di ISMKI ini selain ada kepengurusan senat, ada juga 2 badan lain yaitu BPN (Badan Pers Nasional) dan BAPIN (Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional).

Cewek-cewek BPN.. Iya dikit ehem.

Nah, ditahun itu aku baru saja bergabung jadi pengurus BPN. Dan lagi semangat-semangatnya. Kayak nemu keluarga baru gitu, dan baru tau anak-anak kedokteran banyak juga lho yang passionnya ke berita, EYD, ngedit foto, dan publikasi. Ehehe. Organisasi kami paling kecil sih daripada dua badan lainnya. Orangnya juga lebih sedikit tapi asik.

Karena pengen banget ketemu sama orang-orang ini, aku jadi niat banget ngikut. Izin ke ortu sudah, ke kampus juga sudah. Pas ke ketua BEM buat minta surat, aku kaget pas tahu kalau trip kali ini kayaknya sepi.

Lho, padahal tahun lalu squad UNIB rame?  

Aku jadi dapat surat kuasa buat mewakilkan ketua BEM diacara pemilihan sekjen ISMKI selanjutnya. Like, wow, jadi representatif kampus? Diantara para intelektual dan ketua organisasi universitas-universitas terkenal? Waaaah.

Long story short, aku berangkat sendiri. Nyampe Semarang sendirian, dijemput LO bareng ketua BEM dari FK Unri (Riau). Kami langsung dibawa ke kampus UNISSULA, karena memang acara sudah mulai. Udah mulai rapat coy, meskipun hari pertama. Aku langsung bergabung ke ruang BPN meskipun ga tau apa-apa ahaha. Suasananya serius, tapi cepat selesai karena memang tidak ada perdebatan yang tidak perlu.

Banyak kursi kosong, hiks.

Kami jadi yang pertama selesai. Spoiler, setiap hari kami jadi delegasi yang pulang paling cepat. Setelah rapat aku mulai berkenalan dengan delegasi universitas lain yang bergabung di BPN. Kami cepat akrab.. meskipun sekarang aku sudah lupa nama-nama orang yang kutemui di ruangan itu XD.

Eh ini cerita travel ya? Jadi skip ajalah bagian rapat-rapat membosankan terutama pas aku jadi perwakilan buat pemilihan sekjen.. Gils bikin penat banget. Boro-boro mau ngasih impresi berkelas, aku malah ketiduran di posisiku. Ya mau gimana, rapatnya nyampe jam 3 pagi!

Acaranya kalau tidak salah 5 hari, tapi aku datang dihari kedua dan pulang dipagi hari kelima, jadi melewatkan pembukaan dan penutupan (dan city tour, hiks). Jadilah aku pasrah tidak bisa explor Semarang kecuali dari jendela bus.

Kangen kak Niluh dari Universitas Cendana..


TAPI!!!

Pada malam ketiga, rapat kami selesai lebih cepat lagi. Dan pada saat itu kami tidak harus menunggu delegasi ISMKI dan BAPIN untuk kembali ke hotel, jadilah kami langsung diantar. Jam 9 malam sudah pulang, sungguh anugrah, haha. Di grup chat Bang Afgan, ketua departemenku, mengajak jalan-jalan staffnya. Waktu itu di departemen eksternal (bagian pers dari organisasi pers, ahaha) ada 3 orang yang datang ke acara munas. Lumayan itu lho, daripada departemen lain yang cuma diwakili 1 orang.

Oh, I'm in bang!

Tapi kemudian aku baru ingat, aku cewek sendiri dong? Dan ini jam 10 malam?

Teman-teman sekamarku, anak UISU juga sebenarnya mengajak jalan, tapi aku lebih dahulu mengiyakan ajakan Bang Afgan. Jadilah setelah ganti baju, aku menunggu di depan lift, dan kemudian kami berangkat!!

Boy oh boy, ternyata Semarang seru! Malamnya tidak sepi. Aku dan ketiga laki-laki lainnya ikut di mobil Bang Afgan. Destinasi pertama kami Lawang Sewu! Malam-malam! Serunya lagi, pas kami mau masuk, ada orang kesurupan!!!

Abaikan yang kesurupan, we are good!


AHAHAH.

"okay guys kita foto didepan aja ga usah masuk," kata Bang Afgan. Dia kemudian mengeluarkan go pro dan memasangnya di tongsis. Perlu diingat waktu itu 2016. Aku belum pernah liat go pro asli dan itu pertama kali aku berpose didepannya, haha. Katrok.



Melihatku suka berfoto, Bang Afgan menawarkan untuk memotretku. "Lagian trip hari ini cuma ngajak Fira aja jalan-jalan," katanya, menyuruhku berpose sendirian ditengah alun-alun.

Oh ok, haha. BTW, Bang Andi, Rifqi dan Bang... bang.. siapa namanya yah 😕 Maaf banget bang, aku lupa namamu ehehe. Ketiganya orang Jawa, jadi sebenarnya sudah pernah pergi ke Semarang. Bang Afgan juga asli Semarang, mereka sebenarnya mau ngumpul saja malam itu. Jadi jalan-jalan dan ngobrol di mobil karena bawa aku, anak Bengkulu yang dengan gagah berani datang ke acara Munas sendirian.

Kami pergi ke banyak tempat, meskipun pada akhirnya cuma foto didepan pagar karena semuanya sudah tutup dan gelap, haha. JAM 12 MALAM BOS? TEMPAT WISATA APA YANG BUKA? Pft. Aku juga diajak lihat UNDIP dan UNIMUS (kampus Bang Afgan) meskipun sekali lewat doang.

Ya, inilah yang bikin kota ini berkesan. Karena aku jalan-jalannya pas malam hari! Jadi semuanya masih buram dan perlu dieksplorasi ulang. Please, take me back to Semarang!

Makanya fir, cepat lulus. Nanti pas koas forensik bakal ke Semarang kok!

Setelah mutar-mutar, kami akhirnya cari tempat makan. Mau ke angkringan kaki lima, banyak yang tutup. Jalan-jalan begini padahal jadi cepat lapar kan ya, padahal tadi udah dibeliin Lumpia Semarang (yang gede banget, satunya 20 ribu masa!). Plus gelato juga, dibeliin Bang Afgan karena aku bilang belum pernah makan gelato (IYA DI BENGKULU BELUM ADA YANG JUAL, GIMANA DONG?!).

Akhirnya kami berhenti di McD. 2016 jadi tahun bersejarah karena aku pertama kali makan McD ya disana, haha (McD masuk Bengkulu baru tahun 2019). Makan dan ngobrol tentang organisasi. Bang Rifqi visi misinya keren buat lembaga pers kampusnya. Aku sih mikirnya, mungkin aku akan memulai LPM di FK UNIB, tapi pesimis karena aku ga punya jiwa leadership.

Yah begitulah~ Kami meninggalkan McD sekitar jam setengah 2 malam. Semarang belum sepi, tapi mereka khawatir sama cewek satu ini, haha.

Sayang banget fotonya dah banyak yang hilang

Perjalanan selesai, teman sekamar bertanya aku pergi kemana saja. Kujawab seadanya. Akupun nggak hapal jalan, dan cuma disupirin, ga liat maps.
 
Kalau diingat-ingat lagi, itulah perjalanan paling berkesan yang pernah kulakukan. Tanpa rencana, benar-benar hanya berjalan-jalan bersama orang-orang yang baru kukenal. Sesuatu yang tidak mungkin kulakukan dibawah pengawasan mama dan abah.

Aku akan berumur 22 dalam beberapa hari. Aku pengen berkelana. Aku ingin merasakan pengalaman seperti ini lagi. Mungkin dilain tempat? Siapa yang tahu.

.

Postingan ini dibuat dalam rangka menjawab tantangan #BOBEoneweeknulis dari Blogger Bengkulu. Besok tentang finance. Sampai jumpa!

No comments

Hi! Terima kasih sudah membaca postinganku dan sampai ke bagian ini! Silahkan tinggalkan pemikiranmu tentang postingan ini di kolom komentar dibawah. Have a nice day :)

Penulis. Powered by Blogger.