Nonton Bareng Film Laga Produksi Lokal | Review Film YAKIN(G)




Malam tadi, aku bersama Citra dan Miqdad menghadiri acara pemutaran film Yakin(g) yang merupakan film dengan genre aksi dan komedi produksi anak-anak Bengkulu.

Yep, setelah Film Gading tahun lalu, aku kembali antusias dengan film produksi lokal. Kali ini beda rumah produksi, kalau sebelumnya Rafflesia Motions, sekarang dari Lo-cost Film yang sebagian besar krunya adalah anak-anak jurusan ilmu komunikasi UNIB. Kakak tingkat dan teman seangkatannya adikku, Dinda. Tapi Dindanya nggak ikut, haha ((dasar mahasiswi kupu-kupu 😝)).

(yang mau baca reviewnya, skip aja tulisan dibawah dan baca bagian yang ada batas birunya. Tapi buat yang mau baca ceritaku dulu, silahkan nikmati paragraf selanjutnyaa 😉)





Pertama kali aku tahu ada pemutaran film ini dari akunnya sushibysuzi, salah satu vendor makanan kekinian Bengkulu, yang me-repost poster film di insta-storynya. Wah, nggak boleh ketinggalan nonton nih! Pikirku. Lagian, jarang-jarang acaranya dibikin serius begini.

Kebetulan, salah satu teman sekolahku yang sekarang menempuh pendidikan di jurusan ilmu komunikasi juga sedang ada di Bengkulu. Lagi libur, belum balik ngampus lagi, hehe. Langsung aja kuajak, yang disambut dengan antusias, hehe.

Oh iya nama temanku yang jurusan ILKOM UI ini namanya Citra. Orangnya memang sangat bersemangat untuk urusan produksi film. Kami juga mengajak seorang teman lagi, namanya Miqdad.

Ya mumpung mereka lagi ada di Bengkulu, jadi bisa lihat sejauh apa sih perkembangan para sineas Bengkulu.

Liburan semester lalu ke Wisata Mangroove. Liburan kali ini nonton film aja yak

Fast forward ke hari-H, tanggal 10. Lebih tepatnya, sehari sebelum lebaran, dimana orang-orang banyak yang berpuasa arafah... termasuk keluargaku. Jadilah pas ngasih tau mau ke pemutaran film di Santika jam 8, aku kena marah 😦. Memang waktu pemutarannya tidak tepat, karena para anak gadis ini dibutuhkan buat memasak makanan hari raya, haha. Juga karena orang-orang berpuasa, ya pasti mau buka puasa dulu kan.

Takut melewatkan filmnya, aku langsung koordinasi dengan Citra dan Miqdad. Seminggu yang lalu, rencananya aku yang akan jemput Citra di Rawa Makmur, tapi sekarang kondisinya aku diantar orang tua.

Beruntungnya, aku dan Citra bisa sampai di Santika tanpa masalah jam setengah delapan. Di depan ballroom orang-orang sudah banyak yang datang dan mengobrol. Panitia yang kompak berbaju hitam-hitam juga ramai didepan meja registrasi. Suasananya ramai, tapi nggak begitu padat seperti saat pemutaran film Gading lalu.
 
Menunggu pemutaran film Yakin(g)

Di ballroom ada backdrop film Yakin(g) besar buat foto-foto narsis (fotonya di header yak). Ada juga beberapa poster film produksi Lo-Cost lainnya. Sambil menunggu Miqdad, Citra cerita soal behind the scene dunia perfilman dan betapa susahnya bikin film sendiri. Kami juga membicarakan sponsor dan diakhir pembicaraan, kami setuju bahwa tidak seharusnya film yang dibuat dengan susah payah, dibajak seenaknya.

Film enthusiast dan film maker


Waktu mulai menunjukkan pukul 8 ketika panitia mulai mempersilahkan penonton masuk ke ballroom. Mbak-mbaknya dengan ramah meminta kami untuk segera masuk, tapi Miqdad belum kelihatan batang hidungnya. Untungnya, sebelum acara benar-benar dimulai Miqdad sudah sampai.

Kami bertiga duduk berderetan di row kedua paling belakang. Yah, nasib beli tiket paling murah dan datang paling akhir, haha. Layar berukuran sekitar 3x3 meter dibentang didepan ruangan, sepertinya filmnya akan ditayangkan lewat media tersebut. Dari posisiku duduk, aku harus menelengkan kepala ke kanan sedikit untuk melihat layarnya dengan jelas, karena terhalang kepala orang. Meskipun agak kesulitan melihat layar, tapi gambar dan tulisannya masih dapat terbaca sampai row akhir.

View dari row kami

Rundown acaranya tidak langsung ke pemutaran film seperti yang terjadi saat menonton film biasa di bioskop, tapi ada pembukaan dulu. Aku kurang ingat urutannya dan siapa yang bicara tapi aku akan coba uraikan selengkap mungkin (I'm so sorry, aku lupa bawa pena dan hape pun sudah tewas sejak masuk venue).

Pertama, ada sambutan dari Azzam Rabbani selaku produsernya film YAKIN(G) ini. Meskipun dari belakang kurang jelas dia ngomong apa, tapi ketangkap gerak geriknya gugup gitu. Dia banyak berterima kasih kepada semua yang udah apresiasi film mereka, dan mengakhiri sambutannya dengan meneriakkan catchphrase film ini, YANG PENTING YAKIN(G)!

Kemudian dilanjutkan dengan sharing session dari founder Lo-cost film yaitu Aldo Syahreza. Dari pengantarnya, aku jadi tahu kalau Lo-cost itu beneran dari kata Low-cost alias budget dikit, hehe. Yang awalnya cuma 10 orang sekarang udah jadi 30 orang, dan hari itu adalah setahunnya Lo-cost.

Mantap lah ya. Jadi pengen gabung Lo-cost, tapi kayaknya ga bakal sempat haha. Cukuplah jadi pengamat mungkin.

Lanjut, sharing session lagi dari Akadika. Seorang youtuber lokal Bengkulu yang kini sudah melampaui 100 ribu subscribers di Youtube. Aku kenal-kenal dikit abang ini dari Mbak Intan (www.inokari.com) tapi belum pernah ngobrol langsung sih. Bang Dika bilang kalau di zaman sekarang baiknya mulailah menghasilkan konten kreatif di berbagai media. Terutama youtube. Meskipun pakai kamera hape, tapi semakin lama pasti bakal makin berkembang.

Noted bang!! 

Selanjutnya ada penampilan band dari Fake Island. Semuanya pake baju kaos polos warna-warna pastel. Lucuuu. Mereka menampilkan dua lagu, yaitu Mencarimu dan Tak Seindah Dulu. Ada di spotify by the way. Aku lagi dengerin sambil ngetik haha.

[Random Trivia] Oh iya jadi teringat, sepertinya saxophonistnya Fake Island adalah teman kecilku dulu. Kecil banget, teman sebelum TK malah, haha. Namanya Pandu. Entah apa dia masih ingat atau nggak. Your performance was awesome man

Kemudian giveaway! Ya ampun kapan filmnya diputar!


Tapi aku nggak nolak sih ada break giveaway. Aku langsung semangat dan pinjam hape Citra buat standby cari jawaban. Dari pertanyaan pertama aku sudah mengacungkan tangan, tapi sepertinya nggak kelihatan sama MC. Sudahlah baris paling belakang, MC-nya silau kena lampu panggung pula haha. Beruntung mbak-mbak panitia acaranya berdiri disampingku dan langsung mengisyaratkanku buat maju kedepan di pertanyaan ketiga.
 
Yay dapat hadiah giveaway!

Miqdad dan Citra kaget pas lihat aku sudah ga dikursi lagi, haha. Untungnya mereka masih sempat fotoin. Thank you guys!

Setelah 5 hadiah dibagikan, MC maju dan mengungumkan kalau selanjutnya akan diputar film pendek dari Lo-cost . Bukan premier tayang seperti Yakin(g) karena sudah pernah diputar di acaranya Rafflesia Motions (yang mana aku nggak datang dan.. yah begitulah).

Film Koko dan Maling ini bercerita tentang maling yang bertemu dengan koko-koko yang ternyata maling juga. Lebih pro karena dibanding si maling yang cuma modal nekad, si koko ini ada modal sarung yang dipake gaya ninja, haha.

Lumayan sih filmnya meskipun aku terganggu banget sama suara jangkrik yang keterlaluan haha. Jalan ceritanya juga sepele sekali, memang lebih mengutamakan ke lawak-nya.

Untuk permulaan boleh lah yah. Sekarang aku siap buat main course-nya.


Eits tunggu dulu!!! Masih ada penampilan dari band Bakardi Bengkulu.  



Yang satu ini bukan cuma guest performance biasa, tapi juga band yang lagunya dipakai untuk film Yakin(g) ini. Penampilan pertamanya membawakan lagu Jadi Pemain Bola. Lagu itu aja sudah bikin para panitia riuh dibelakang, sementara para penonton menjadi bingung haha. Jujur ini pertama kalinya aku menyaksikan penampilan band indie Bengkulu. Iya iya aku memang cupu.

Lagu keduanya adalah lagu yang dipake buat soundtrack Yakin(g). Aku ingatnya lagu itu berbahasa inggris. Yang liriknya nggak bisa kutangkap tapi aku ingat nadanya. Dan ternyata lagunya ada di spotify haha, judulnya Loser.

Tepat setelah lagunya selesai, MC langsung mengungumkan kalau selanjutnya adalah pemutaran film Yakin(g). FINALLY!

Film ini berdurasi sekitar 15-20 menit. Tidak lama. Plotnya sama sederhananya dengan film Koko Maling, pun topiknya sama, maling mencuri dari maling. Tapi bedanya disini dialog komedinya lebih dipikirkan dengan matang, dan yang paling penting adalah : ada aksi laga-nya.

Sinopsisnya, tiga orang perampok berencana merampok uang hasil rampokan geng rival mereka. Meskipun hanya bertiga, mereka berprinsip, yang penting yakin! Hanya dengan modal tersebut (dan kenekatan pastinya) mereka merampas uang rampokan tersebut. Namun tidak semudah itu. Bos geng rival datang dan akhirnya mereka terlibat adegan kejar-kejaran.

Pas liat adegan aksinya aku langsung bangga. Nah ini dia! Adegan kejar-kejarannya dieksekusi dengan baik. Scene-scene lucu juga mendapat respon positif dari penonton. Kameranya dinamis, nggak cuma nyorot satu sudut aja tapi juga ambil dari beberapa prespektif, bahkan dari orang-orang yang nonton kejar-kejaran geng preman ini.


Lokasi shooting juga beragam. Beberapa familiar tapi yang lainnya mungkin tidak kukenali karena sudutnya unik. Nggak lupa tambahan shoot dari drone yang memperkaya visual dan karakter filmnya. Bengkulu banget lho. Meskipun jarang juga ngeliat rampok kejar-kejaran disiang bolong haha.

Endingnya twist yang tidak terduga. Ada pistol juga. Sebuah senjata pamungkas, hehe.

Tiket nonton yey
Filmnya berakhir setelah behind the scene dan ending credit diputar. Aku menarik nafas lega karena filmnya melebihi ekspektasiku. Meskipun begitu aku agak kecewa karena filmnya kurang panjang, sehingga plotnya kurang digali.

Pokoknya bagian sinematografinya dan adegan laga udah keren banget. Puas. Tapi sebagai seorang penulis aku berharap plotnya lebih dimainkan, sehingga bisa menjawab pertanyaan dikepala penonton.

Pertanyaan paling basic : 
apakah makna huruf (G) dijudul YAKIN(G)? 

Hayo yang kemarin nonton tau jawabannya nggak? 

Review filmnya segitu doang. Secara keseluruhan, acaranya udah rapi banget. Meskipun terlambat mulai sekitar 15 menit, tapi rundownnya tertata. Saat penonton terlihat bosan, ada band buat memeriahkan. Film diputar terakhir agar penonton tetap di kursinya masing-masing sampai akhir.

Seating lumayan adil dengan benefit yang berbeda-beda buat tiap pembeli. Yah saranku kalau mau pemutaran film lagi, mudah-mudahan bisa di bioskop atau paling tidak ruang auditorium yang berundak. Menonton film lewat LCD terasa seperti presentasi proyek kuliah. Semoga kali lain sponsornya banyak yah. Aamiin!

Crew-nya asik dan helpful. Apalagi saat panggung terasa kosong, dari belakang panitia lain berseru menyerukan semangat. Sampai-sampai diakhir film dimana band Bakardi Bengkulu naik panggung lagi, krunya langsung maju semua kedepan buat jamming bareng.


Eah ayo nyanyi bersamaaa

Satu kekurangan dari acara ini adalah minimnya publikasi. Yes, banyak yang bikin story di instagram tentang acara ini, tapi pas aku cari di google, kok tidak kelihatan ada portal media apapun yang meliput atau mendokumentasikan. Apakah aku yang kurang mencari di keyword.

Di instagram officialnya juga tidak ada update feed terbaru. Hanya bagian tagged, beberapa kru mengupload foto kebersamaan.

Padahal begini, penonton kan mau tahu lagu apa yang dipakai, tapi ternyata nggak tahu. Akhirnya hilang fans potensial yang didapat setelah nonton film. Atau buat yang penasaran dengan filmnya. Kapan ada pemutaran lagi? Apakah akan tersedia di laman Lo-cost?

Yaah, semoga lebih banyak publikasi. undang blogger Bengkulu gitu... (promosi uhuk) supaya lebih banyak yang mendokumentasikan *dan lebih tahan lama daripada hanya story instagram.

Narsis dikit.
Anyway, thank you for the merch! Aku suka banget pake tote bag, dan yang satu ini cool banget kedua sisinya. Kaosnya juga. Bolehlah nanti dipake pas trip ke Palembang lah ya.



Hadiah giveaway Yakin(g)

Thank you buat semua yang baca reviewku. Mungkin banyak kesalahan, tolong bantu perbaiki yak.
Dan.. terima kasih buat Citra dan Miqdad yang sudah meminjamkan kamera handphone mereka buat jadi bahan postingan hari ini.

Byeee~

No comments

Hi! Terima kasih sudah membaca postinganku dan sampai ke bagian ini! Silahkan tinggalkan pemikiranmu tentang postingan ini di kolom komentar dibawah. Have a nice day :)

Penulis. Powered by Blogger.