Konser Westlife Palembang | Pertama Kalinya Nonton Konser Yeaaah

Sebuah postingan agar pengalaman sekali seumur hidup ini tidak terlupakan 

Bisa nonton konser adalah impianku sejak lama. Apalagi karena di Bengkulu jarang ada konser. Penampilan band/artis ibu kota aja jarang, palingan band indie/lokal. Karena itulah aku tumbuh besar dengan menanggap bisa menonton konser sebagai kemewahan. 

Tahun 2018 lalu, aku amat bersemangat untuk menonton konser BTOB. Diadakan di The Kasablanka. Kala itu harga tiketnya teramat murah, hanya 650 ribu dari harga 800 ribu karena aku dikasih kode voucher oleh sesama Melody (the best fandom lah ya). Tapi sayangnya aku salah strategi. Meskipun sudah beli tiket konser, aku gagal memperhitungkan biaya lain. Apalagi aku bertekad untuk tidak minta uang dari orang tua untuk keberangkatan foya-foya ini. 


Makanya, pas tau Westlife akan mampir ke Palembang sebagai salah satu destinasi The Twenty Tour, aku langsung memberi kode ke sahabat dekatku yang fans westlife dan kebetulan sedang kuliah di Palembang. Dia antusias sekali. Salah satu sahabatku yang lain juga menyambut ide ini dengan gembira. Yes! Kayaknya kali ini perjalananku bukan wacana doang!

Sebenarnya banyak yang kaget pas aku bilang mau nonton Westlife. Memangnya Fira yang kpopers ini pernah suka boyband barat? Well, buktinya ada disini yak;



Salah satu video dokumenter kelas pas SMP lalu, proyek aku dan Icha. Mulai dari awal saja sudah pake background song Westlife. Ini baru episode 1. Dari 20 episode video, kira-kira lebih dari 10 ada lagu Westlifenya, huehehe.

Suka aja gitu dengan lagu-lagunya yang simple. Gampang diingat dan dihapalkan. Apalagi buat aku yang keluaran sekolah islami, ga tau lagu apa-apa tapi pengen ikutan kece. Pengaruh terbesarnya ya karena aku berteman dengan Icha, si penyuka musik retro.

Sebelum Berangkat Konser..

Tidak ingin mengulang kondisi yang sama, kali ini aku benar-benar berhemat demi menyisihkan uang buat konser. Selain itu, aku juga nekat bikin poster buat menawarkan jasa. Desain, ketik, translate, cari jurnal.. Sharenya di instagram dan twitter karena aku nggak mau ketahuan orang tua dan keluarga.


Yang twitter kutaruh di pinned tweet sementara yang instagram, aku posting berkala di instastory.

Reaksinya lumayan banget. Mulai dari teman-teman yang pakai jasa ketik dan translate, sampai ada yang menawarkanku bikinin web dan kemudian kerja part-time sebagai marketing&promosi!

Di twitter ada satu lagi yang menawarkan pekerjaan, seorang pengusaha startup. Aku kaget banget liat komentarnya yang tiba-tiba. Tapi sayang waktu itu sudah tanggal 17, literally 1 days before the concert haha. Aku posisinya sudah di Palembang dong, nggak bawa laptop XD. Akhirnya untuk tawaran tersebut aku tolak.

Biaya oke. Akomodasi bisa diurus, nginap saja di kosan teman atau rumah tanteku. Masalah transportasi juga beres walaupun aku harus pergi dan pulang sendiri dari Bengkulu ke Palembang naik kereta api.

Yang terakhir, izin...

Aku agak takut-takut minta izin ke mama dan abah. Meskipun usiaku sudah 22 tahun, tetap saja ada kekhawatiran dari orang tua. Apalagi buat perjalanan dari Bengkulu ke Palembangnya, aku pake kereta malam. 

Alhamdulillah, H-2 keberangkatan, aku akhirnya dapat izin. Alasan utamanya karena aku sudah mempersiapkan semuanya. Asal aku berjanji akan hati-hati dan selalu kasih kabar, aku boleh berangkat. 

YEEY!! Ayok cuss~

Hari-H Konser Westlife, 18 Agustus 2019

Setelah 2 hari puas jalan-jalan di Palembang, akhirnya tiba saatnya hari konser!! Aku mulas banget pagi harinya. Entah karena gugup mau konser, atau karena ayam richeese level 5 yang kumakan malam sebelumnya (mungkin karena ayam richeese hehe). Tante Ayi sampai khawatir karena aku bolak-balik kamar mandi mulu pagi itu. 

Beruntung, setelah minum teh hangat dan minum obat sakti buat diare, gemuruh di perut mulai mereda. Aku dijemput Fiyya dan Icha untuk berangkat ke Stadiun Jakabaring untuk menukar tiket.

Di sepanjang perjalanan, kami bertiga menyenandungkan lagu-lagu westlife yang masuk setlist buat the twenty tour. Supaya hapal, gitu, hehe. Soalnya kami kurang hapal lirik buat lagu barunya westlife, kayak yang better man, dynamite dan Hello My Love.



Fiyya dan Icha mengejutkanku dengan sebundel kertas kecil yang ternyata merupakan lirik dari semua lagu di setlist. Luar biasa memang dua orang ini. Ternyata malam tadi saat aku menginap dirumah saudara, mereka berdua dengan kreatifnya membuat bundel contekan lirik, haha.

Eksklusif 22 club
Disepanjang perjalanan, aku banyak melihat baliho 22 club di pinggir jalan Palembang. Dengan merk rokok diatasnya. Sebelumnya kurasa tidak ada keterlibatan rokok di konser ini. Tapi mungkin seiring berjalannya waktu, mungkin mereka akhirnya promotor terima tawaran rokok buat bantu promosi.



Sampai di area Jakabaring sekitar jam 11. Orang-orang tidak begitu ramai dan antrinya lumayan tertib. Fiyya dan Icha ikut mengantri sementara aku foto-foto~

Penukaran tiket konser westlife

Ada mbak-mbak admin westlife_palembang instagram yang membagikan selebaran project fans Palembang. Selebarannya sederhana, isinya himbauan untuk meramaikan spectrum project seperti yang dilakukan fans Jakarta. 

Setelah tukar tiket, kami bertiga bergabung dengan kakaknya Icha yang sudah di Opi Mall. Yup, sambil menunggu kami main ke mall yang jaraknya nggak terlalu jauh dari Jakabaring. 

Lagipula, open gate-nya sekitar jam 6 sore kok.

Setelah puas main dan cuci mata, kami terburu-buru balik untuk ganti baju dan pasang make-up, huehehe. Pas nyampe ke Jakabaring lagi, rupa-rupanya antrian sudah mengular panjang~ sekali. Luar biasa.

Aku maju buat melihat sejauh apa antriannya.

Sekitar 100 meter bo XD

Antrian paling depan

Antusias masyarakat Palembang menyambut Westlife

Pas liat antrian orang sebanyak ini, terasa sedikit penyesalan sudah menghabiskan waktu main ke Mall, haha. Harusnya ikutan ngantri aja dari siang. Supaya pas konser bisa rapat di dekat gate :(


My concert mate! Icha, kak Ita dan Fiyya!


But anyway, kami enjoy saja antri dibarisan hampir paling akhir. Aku dan Icha sempat sholat maghrib dulu sebelum masuk area konser. 

Dikondisikanlah ya, jangan sampai lupa sholat!

Kami masuk tak lama setelah sholat maghrib. Dari jauh kulihat bagian gate sudah dipadati dengan orang. Ya sudahlah, lagi pula tidak terlalu ramai (meskipun section silver katanya sold out). Section gold ramai, ditambah dengan kehadiran tenda pengawas dan kamera. Bagian tribun menurutku kasihan, karena jaraknya jauh sekali dari panggung. Meskipun dikata nyaman sambil duduk, tapi aku tidak yakin mereka bisa menikmati konser dengan layar LCD yang imut.


Posisiku ke panggung. Lumayanlah ya meskipun barisan hampir terakhir

Section Platinum dan VIP. Jauh ya.

Sebelum penampilan penampil tamu, Marion Jola, aku sempat dengar ada keriuhan dari tribun atas. Nggak tahu karena apa, tapi pas aku usut-usut beberapa hari setelah konser, katanya sih ada orang-orang yang ngakunya pejabat terus ambil tempat seenaknya. Nggak tau deh sebenarnya gimana, soalnya aku ga pake kacamata jadi nggak begitu jelas itu yang diatas lagi ngapain XD

AND, THE CONCERT STARTED.

Tampilnya meriah. Akhirnya aku bisa liat mereka dari dekat!!! Aaaak XD This overwhelming feels, I won't forget it until forever. Sumpah masih cakep-cakep bener, apalagi Shane, bias-semua-orang. Kian dan Nicky kebapakan banget, tapi masih playfull di stage.




Lagu-lagunya dibawakan dengan baik banget oleh Shane dkk. Oh iya, MARK IS SLAYING EVERY HIGH NOTE. Vokalnya lebih bagus daripada lagu yang biasa kudengar sehari-hari. Meskipun Fiyya bilang mereka mungkin lipsync, tapi aku yakin semua adlib Mark itu nyata. Aku hampir aja ganti bias waktu konser, apalagi karena Kian jarang banget ke section Silver kiri.

Tapi pas bagian Queen-medley, ada part dimana Kian mainin gitar solo. Waaah, jadi jatuh cinta lagi ke bapak 3 anak ini, huehehhe.

Ditengah-tengah konser, ada bagian dimana mereka ngobrolin tentang hidup mereka. Mark digoda-goda soal anaknya yang bakal lahir beberapa bulan lagi. Aku lumayan ngerti apa yang mereka omongin meskipun sebagian besar obrolan mereka sudah hilang dari ingatanku, wehehe.

Sejauh ini, masalah teknis yang terjadi cuma di layar LCD kanan kiri yang suka mati tiba-tiba, lalu nyala lagi. Aku sih nggak terganggu ya karena mukanya personil westlife masih kelihatan jelas, bahkan ketika mereka ke arah kanan panggung. Tapi kasihan yang duduk di tribun apalagi bagian paling atas. Kan mereka bayar sudah mahal-mahal, tapi ya, nggak bisa lihat jelas.

Dan satu lagi yang bikin aku kecewa, mereka nggak menyanyikan lagu Seasons in the sun. Well, lagu ini memang masuk setlist, tapi cuma untuk dinyanyikan beberapa bait saja. Sambil duduk pula, di bagian medley lagu terbaik westlife.

Setelah nyanyiin lagu You raise me up, panggung gelap dan penonton dibiarkan bengong sesaat. Yang belum pernah ikut konser, sudah ada yang berbalik mau pulang... wkwkwk. Aku membalik bundel dan melihat ada dua lagi lagu yang belum dinyanyikan. Flying without wings dan World of our own. Wah ini pasti minta diteriakin encore, haha.

Oh iya, karena kapasitas hapeku yang kurang mumpuni, aku nggak banyak ngefoto dan ngerekam. Toh kalau aku ga ngerekampun, pasti ada yang rekam, pikirku. Dan emang banyak banget yang ngerekam, termasuk kedua sahabatku wehehe. Padahal aku yang paling jangkung dan mampu merekam dengan view lebih baik. Tapi ya sudahlah, just enjoy the concert!!

(saking enjoynya, suaraku yang cempreng kedengaran jelas di fancam Fiyya dan kak Ita. Mungkin di kamera orang lain yang berdiri didekatku juga begitu, hahaha) 



Full videonya ada di atas yak. Ada yang upload ke Youtube tuh hehe.

Setelah 2 lagu encore, keempat member langsung melambaikan tangan dan pamit. Sudah begitu doang. Menghilang dan katanya langsung naik jet buat berangkat ke tempat konser selanjutnya.

Kami berempat memutuskan untuk tidak langsung beranjak, toh parkiran bakal ramai dengan mobil yang mau keluar. Lagi pula ini baru jam setengah 10. Benar-benar konser yang singkat. Mungkin penampilannya tidak sampai 2 jam? Yang lama cuma mengantri dan jeda antara guest perfrormer dengan main performer.

Capek, tapi happy.

Kak Ita menyesalkan dirinya tidak bisa berfoto dengan Shane, cuma bisa liat jambul, katanya. Hehe. Sepertinya karena mereka terlalu banyak tur dan sudah senior di industri musik, jadi untuk acaranya ya sesuai template aja. Nggak ada improvisasi atau fanservice seperti yang dilakukan artis kpop, kayak hi-touch atau foto bareng. Yaa... sebenarnya bisa nonton mereka di Palembang seperti ini juga sudah untung banget hehe.

That's it! Begitulah pengalamanku nonton konser bareng 22 club. Semoga di masa depan aku dan sohib-sohibku ini bisa berpergian bareng lagi~ 

Bye!

No comments

Hi! Terima kasih sudah membaca postinganku dan sampai ke bagian ini! Silahkan tinggalkan pemikiranmu tentang postingan ini di kolom komentar dibawah. Have a nice day :)

Penulis. Powered by Blogger.