Finish Lari 10k Bareng FKIK Run Squad! | Bengkulu Run 2018



Hore, tidak hujan!

Aku segera bersiap, memakai manset hitam dan celana olahraga yang biasa kupakai untuk event lari. Untuk baju luarnya, kali ini ada jersey tidak berlengan dari dispora. Bahannya lebih nyaman dari baju tahun lalu, karena lebih ringan. Nomor lari juga kupasang. Meski tak mengincar kemenangan, aku ingin berusaha sekuat mungkin agar bisa finish. Terakhir kali finish lari 10k? Ya Maret lalu haha.

Foto event Bengkulu Run tahun 2017. Baca keseruannya disini


Kali ini aku berangkat bersama Abi, si bungsu serta Mama dan Abah yang mengantar. Abi berhasil kubujuk untuk ikut juga berpartisipasi. Dia ikut lari 5km di cabang SMP putra. Kami sarapan dengan roti di dalam mobil, hehe. Sarapan penting ya, jangan sampai keroncongan pas lagi lari! Apalagi untuk rute jauh.


Sampai di depan sport center, peserta sudah ramai. Panitia masih sibuk bersiap, sementara para peserta memulai pemanasan. Para penjual kaki lima yang sudah siap berjualan ditertibkan, jangan sampai mengganggu rute peserta lomba. Mobil dan motor masih mondar mandir diarea start, mungkin mengantar peserta. Memasuki pukul 6, mobil dan motor sudah tidak boleh masuk area start. Seharusnya sudah start sih, tapi tidak apalah, yang penting siap dulu semuanya.

Aku berkumpul dengan teman-teman seperjuangan lari yang juga akan ikut Bengkulu Run 2018 ini (Abi kemudian menghilang, mungkin ngumpul dengan teman-temannya juga, haha). Kami berfoto dulu, sebelum berkeringat!

Fira, Ayu, Ririn,
Peserta lari tahun ini agak lebih sedikit daripada tahun lalu. Tapi jika dibandingkan dengan Raflesia Run akhir tahun lalu, pesertanya agak lebih banyak. Mungkin karena waktu itu hujan? Oh iya, dengan event hari ini, artinya di Bengkulu sudah ada 4 event besar lomba lari yang dilaksanakan. Kenapa baru 4? Soalnya tahun-tahun sebelumnya yang diadakan hanya jalan santai.

Sebenarnya ada plus minusnya kalau mengadakan lomba lari seperti ini, menurutku. Keuntungannya yang jelas mempromosikan Bengkulu. Trek lari yang dipakai melewati banyak spot pariwisata, sebut saja rumah Fatmawati dan rumah pengasingan Bung Karno dan Masjid At-Takwa (trek 5k), kemudian ada juga Jalan Suprapto, Masjid Jamik, View Tower, tugu Thomas Parr, Benteng Malborough, Tapak Paderi, dan Pantai Panjang. Apalagi pada event seperti ini, biasanya peserta dari luar daerah juga ikut. Atlet-atlet nasional datang, memperebutkan juara. Tapi sayangnya, event lari seperti ini kurang banyak menarik minat orang lokal, padahal acara ini dibuat untuk memperingati hari jadi Kota Bengkulu ke 299 dan ulang tahun Bengkulu Ekspress ke 13. Tidak semua umur sanggup lari dengan rute jauh. Untungnya, pada event tahun ini oleh panitia ditambah acaranya. Yang semula hanya lomba lari saja kini ada Senam Sehatnya (plus undian berhadiah). Mantap kan, semua umur bisa ikut.

Jam 06.30, setelah kata sambutan singkat dan pelepasan balon, peserta mulai dipersilahkan lari. Untuk rute 10k dan 5k dilepas bersamaan. Aku termasuk yang start belakangan dan dari belokan pertama sudah tertinggal XD. Setelah melewati simpang lima, peserta rute 5k dan 10k berpisah, yang 5k hanya tinggal lari ke Anggut agar kemudian finish lewat hotel Horizon, sedangkan perjalanan rute 10k masih jauh :')

Teman lariku yang baru :D

Yah, setidaknya peserta lokal masih kelihatan, dan ada polisi yang berjaga, membuatku merasa tidak lari sendirian. Untuk menghindari kecurangan peserta yang finish aja alhamdulillah, di beberapa shortcut jalan sudah diblokir pake bendera. Di kilometer ke-5, yaitu didepan view tower, ada panitia yang menyediakan minum. Aku minum satu gelas saja, nggak mau merubah ritme karena kalau berhenti kakinya nanti sakit. Kalung warna merah diberikan, tanda 5km sudah terlewati. Aku bertemu dua lagi pos yang memberikan kalung berwarna biru didepan tugu pers. Aih, tinggal satu pos lagi!

Kapan ya, kalung nametag ini bisa jadi medali?
Oh iya, kalau tahun lalu aku berlari jauh dibelakang Ayu, tidak kuduga kali ini Ayu jaraknya tidak terlalu jauh didepanku. Saat sampai di pasar ikan, aku bisa menyusul Ayu dan berbicara sebentar, sebelum akhirnya ditinggalkan lagi :') Lalu ketika sudah mulai kelelahan, tiba-tiba ada Firma menepuk pundakku dari belakang. Hoho, kami sama-sama capek, jadi kompak untuk jalan cepat saja. Setelah mendapat kalung terakhir, kami mulai lari lagi. Terus... sampai 200 meter terakhir aku lihat balon start/finish-nya sudah dikempesin. Huaaa, panitianya jahat. Kan yang finish diatas 1 jam masih ada, huhu. Mulai dari situ aku sudah nggak semangat lagi. Pas nyampe juga cuma disambut Ayu dan Firma. Orang udah pada bubar, haha. Untung anak-anak Beerus baik hati menawarkan saya minum, hehe. Sudahlah pos minum cuma satu, balon udah dikempesin lagi. Artinya tahun depan, kalau belum bisa ningkatin kecepatan lari, harus mempertimbangkan keikutsertaan, haha.

Padahal tahun ini aku finish lebih cepat dari tahun lalu XD


Bukti sah sudah finish ya :D


Setelah finish, kami menunggu Clara dan Ririn finish. Akhirnya ketemu. Ya sudah foto bareng dong berlima. Meskipun udah nggak ada balonnya lagi :')




Semuanya finish yey! Nggak ada yang diangkut ambulans haha.
Untuk Ririn dan Clara yang baru pertama kali ikut event (Firma juga sih, soalnya tahun lalu pas Raflesia run kami cuma berhasil 7k), bisa finish udah jagoan! Semoga kita berlima bisa ikut event selanjutnya ya, untuk memecahkan personal record masing-masing!

Sebenarnya, untuk para finisher event lari di daerah lain, ada medali yang dibagikan. Sayangnya di event ini tidak ada, mungkin karena eventnya gratis. Dari DISPORA dan BE hanya menyediakan kaos dan nomor lari, juga hadiah uang tunai untuk para finisher tercepat dari masing-masing kategori (yang tentu saja sudah finish dalam waktu 30 menit, haha). Apalah kami haha, hanya penggembira. Mudah-mudahan nanti ada yang menyelenggarakan event lari dan menyediakan medali untuk para finisher, bayar juga nggak apa-apa yang penting ada kenang-kenangan, haha. 

Sampai jumpa di event selanjutnya!!