My Biggest Mistake of the Decade


Sambil nulis ini, sebenarnya aku masih nggak percaya dengan apa yang terjadi. Seriously.

Tragedi yang terjadi karena kecerobohanku mengirimkan laptop untuk di servis ke Asus Servis Center. Tanpa nge-back up sama sekali karena yakin yang bermasalah hanya LCD-nya. Orang Mitra Jaya yang kukontak juga meyakinkan kalau "sepertinya tidak akan kenapa-kenapa datanya, kan yang kena LCD"

I was wrong. 

Ketika sampai laptopnya dari perbaikan, hal pertama yang kulakukan adalah membuka laptop tersebut, langsung buka folder.

292 of 292 GB katanya. 

FIX, DATA YANG KUKUMPULKAN SELAMA 10 TAHUN LENYAP TANPA SISA. 

Oh sebenarnya ada sisanya. Mengingat selama ini aku sering pindah-pindah laptop saat laptop putih yang sebelumnya kumiliki rusak. Tapi waktu itu yang rusak adalah prosesornya. Dan karena waktu itu sudah lewat masa garansi (sudah dipake 5 tahun lebih) jadi yang kulakukan adalah mencopot hard-disknya dan memakai barang tersebut di beberapa laptop lain.

Nah kasus laptop baru (kunamai laptop anjing karena ada stiker anjing dicasingnya. Kalau yang putih dulu stikernya kucing. Entah kenapa jadi cocok dengan tingkah barangnya), dia dengan tiba-tiba rusak. Hilang aja, LCD nggak nyala. Padahal aku sangat ingat, sedang nonton sebuah drakor di kasur.

Padahal sebelumnya, laptop ini sudah sangat perfect. Hasil ngedownload film dan drama beberapa minggu, game favorit, foto dan video yang sudah disortir, dan file ratusan e-book medis yang baru kuminta dari temanku.  

Rapi sekali.

Well sebenarnya memang ada insiden yang kupikir sebagai pemicu kerusakan. Pertama beberapa kali mesin laptopnya berbunyi lebih keras. Tapi cuma sekali dua kali. Kedua, laptop ini ada ditasku ketika aku ditabrak dari belakang oleh pengendara motor yang tidak awas.

Yep, laptop ini ikutan jatuh. Tapi kerusakan yang bisa dilihat cuma sudut laptopnya saja yang sompel. Kecil banget, karena case laptop ini juga udah yang kokoh.

Cuma dua itu. Yang bikin heran adalah mati tiba-tiba gitu. Bukan setelah jatuh dia mati lcd, tapi 4 hari setelah itu, dalam suasana yang amat nyaman dan aman.

Hhhh. 

Seriously, pas ngecek isi folder di Mitra Jaya, aku sempat bengong beberapa detik. "Ini beneran hilang?"

Rasanya flashback memori, terutama folder foto-foto langsung melintas dihadapanku. Soalnya begini, aku sudah diberi laptop sendiri sejak kelas 2 SMP, yang mungkin tahun 2009 yah. Nah, sejak saat itu aku sudah mengumpulkan ribuan foto dan video. Koleksiku terbilang lengkap karena beberapa teman lain yang mengumpulkan juga pernah kena install ulang, tapi mereka kena install ulangnya pas masih SMP/SMA. Sementara aku..

Bahkan data skripsi, file word skripsi terbaruku sudah tidak ada :')
 
foto narsis penelitian cuma ini doang. inipun selamat karena diupload ke blog studimedis.com

Salahku karena menghapus semua back up ketika kupikir aku sudah menyelesaikan semuanya. Padahal aku masih harus menyelesaikan jurnal internasional yang sudah kujanjikan ke pembimbing.

Satu file lagi yang sangat disayangkan ikut hilang adalah file excel pendapatanku tahun 2019. Sejak awal 2019 aku mencatat semua pemasukan yang kudapatkan dari ngeblog. Sesuatu yang sangat kubanggakan karena pada awal tahun ini aku bisa melihat berapa banyak pemasukan yang kudapatkan, dan dapat mengetahui secara pasti berapa banyak yang kudapatkan dari ngeblog saja.

Sangat menyesal karena hal ini bisa terjadi. Padahal pas pengecekan awal, abang-abang servis di Mitra Jaya sudah mengabarkan kalau LCD-nya saja yang kena dan aku sebenarnya bisa mengakses laptop seutuhnya jika menyambungkan laptop ke layar eksternal.

Jika saja aku mau menunggu saat FCP, aku bisa meminjam LCD FCP dan mengakses laptop dari layar LCD. Memindahkan data penting ke laptop lain. Pinjam hardisk teman seperti sebelum-sebelumnya.

Tapi karena aku kaget dengan biaya perbaikan yang besar (1 juta kalau ganti sendiri) dan jadi tergesa-gesa karena tahu biaya tersebut bisa gratis jika mengklaim garansi... mengambil tindakan gegabah yang membuatku menyesal.

Penyesalan yang mungkin bisa berlangsung hingga tua nanti, haha. Karena aku kehilangan foto-foto masa emasku 😭😭😭😭😭😭 mana foto fira pas masih unyu-unyu? mana foto fira saat rilis buku, menghadiri acara radio, jadi pelatih paskibraka di MTS 1 dan SMKN 5? mana fotonya ketika ikut kegiatan kampus tiap semester? Ah semuanya sudah lenyap.

Hal yang bisa kalian petik dari cerita ini adalah...

1. Jangan lupa selalu back up data penting di cloud. 

Pekerjaanku sebagai marketing Dcoffein tidak terganggu, dan untungnya tidak kena imbas karena aku sudah upload semua yang kukerjakan di google drive. Bayangkan berapa foto yang harus digarap ulang, memotong background foto dan ngetrace ulang logo..

Beneran nambahin kerjaan aja ini mah kalau sampai hilang haha. Resource buat bikin konten


2. Upload memori berharga di media sosial atau blog

Aku aktif main sosial media sejak SMP. Jadi untuk foto penting SMP dan SMA sepertinya ada banyak yang telah diupload. Tapi ya pas SMA kan nggak senarsis SMP, jadi sepertinya nggak bakal banyak. Kuliah aku sudah mulai main instagram, tapi sering upload-hapus karena sering merasa insecure. Untuk masalah ini, aku bisa berharap dari blog karena aku sudah ngeblog sejak tahun 2014. Setidaknya foto-foto perjalanan ada yang kuupload. Setidaknya. 

Acara radio pas SMP dan SMA yang hilang, pas jadi blogger langsung kesimpan dong di postingan sendiri

3. Miliki sebuah harddisk untuk menyimpan memori berharga

Hal ini sudah jadi wishlist sejak laptop putih ngadat berkali-kali. Mungkin adalah 4x diservis. Laptop putih alias laptop putih itu pernah kena virus. Pernah LCD-nya pecah karena tergencet di dalam tas ketika mudik. Pernah terbanting. Pernah prosesornya rusak karena dipacu main game (oke yang ini memang salah saya) dan berakibat 3 bulan lebih tidak bisa dipakai.

Berkali-kali selamat, tapi akhirnya harus mengucapkan selamat jalan pada Oktober 2019 karena aku sudah benar-benar kesal dengan laptop itu. Tidak bisa hidup tanpa charger, dua tombol keyboard rusak (habis diotak atik sepupuku yang cilik-cilik, entah apa yang mereka tekan), juga mousenya tidak mau jalan. Aku mengusulkan untuk ganti laptop, yang dikabulkan mama dengan syarat aku mencicilnya dengan uang jajanku tiap bulan.
Jadi, si laptop anjing yang kucicil dengan uang jajanku memutuskan untuk bertingkah dan akhirnya menghilangkan semua data.

Ngerti kan guys? Jangan lupa beli harddisk karena memori itu cuma sekadar kode tak kasat mata.




Makasih banyak semuanya yang sudah baca keluh kesalku yang udah mencapai 900+ kata ini. Aku bisa bicara lebih banyak lagi tentang kesalahan terbesarku ini tapi nanti kalian bosan, hehe.

See you, stay healthy guys!

2 comments

  1. Jadi merk itu rentan rusak ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurut pengamatanku ke barang-barang dirumah sih iya mba. tapi mungkin kalau dengan perawatan lebih bisa tahan lama.

      barang elektronik memang sebaiknya cuma dipertahankan 3 tahun aja mba, selebih itu ya kalau masih bagus sebaiknya tukar tambah saja. software dan hardwarenya butuh update biar ikut perkembangan zaman

      Delete

Hi! Terima kasih sudah membaca postinganku dan sampai ke bagian ini! Silahkan tinggalkan pemikiranmu tentang postingan ini di kolom komentar dibawah. Have a nice day :)

Penulis. Powered by Blogger.