Syarat Berpergian Dalam Era Normal Baru Juni 2020



Halo gaes? Apa kabarnya? Masih work from home atau sudah mulai menerapkan normal baru alias new normal? Setelah 3 bulan lamanya berhenti beraktifitas aktif diluar untuk membantu memutus mata rantai penyebaran COVID-19, pemerintah menginisiasi normal baru dan melonggarkan peraturan. Tentu saja dengan tetap menjalani protokol pencegahan COVID-19 yaitu social distancing dan mencuci tangan dengan sabun.


Beberapa temanku yang awalnya kembali ke kampung halaman sekarang sudah mulai berencana untuk kembali ke ibukota. Untuk melanjutkan perkuliahan dan pekerjaan mereka yang tertunda. Akses ke ibukota dari Bengkulu paling cepat dengan pesawat, hanya memakan waktu 45 menit saja. Sementara jika memakai akomodasi bus, bisa satu hari lebih.




Pembatasan berpergian dengan pesawat sudah diangkat pemerintah per 7 Mei lalu. Beberapa maskapai juga per Juni 2020 sudah mulai beroperasi normal. Tentu saja masih ada syaratnya, karena normal baru bukan berarti melupakan bahaya COVID-19 yang masih mengincar. 

Beberapa persyaratan berpergian dengan pesawat termasuk melengkapi formulir dari maskapai, menyiapkan kartu identitas diri, surat pengantar dari instansi (untuk yang berangkat dengan alasan pekerjaan)/lurah serta surat keterangan bebas COVID-19

Surat keterangan bebas COVID-19 ini dapat dibuat dengan cara mendatangi dokter/fasilitas kesehatan yang menyediakan fasilitas pemeriksaan khusus untuk COVID-19. Bukan surat keterangan sehat yang biasa dipake buat daftar sekolah itu ya, soalnya pemeriksaannya nanti akan khusus mendeteksi COVID-19. 


Pemeriksaannya bisa menggunakan Rapid Test atau PCR (Polymerase Chain Reaction). Alat-alatnya khusus, jadi sebaiknya kalian cek dulu fasilitas kesehatan yang ingin dituju, apakah menyediakan pemeriksaan ini atau tidak.

Jadi sebaiknya tes pake rapid test atau PCR nih? Coba aku uraikan satu persatu ya,


Pemeriksaan Rapid Test

Rapid test adalah uji serologi yang digunakan untuk menguji reaksi antigen-antibodi secara invitro. Alatnya sederhana, hanya strip kecil yang ada bagian untuk menaruh darah. Darah yang diambil sedikit saja, lalu nanti di tes apakah ada reaksi IgM atau IgG-nya. Jika ada reaksi, maka strip tersebut akan memberikan hasil positif. Namun positifnya rapid test tidak bisa dikatakan positif COVID-19, karena hanya mendeteksi antibodi. Rapid test tidak memeriksa keberadaan virus, hanya menyelidiki respon tubuh terhadap musuh asing dalam tubuh. Bisa virus, bakteri, dan lainnya.

Karena itu, jika positif antibodinya akan dikatakan "reaktif" dan jika negatif dikatakn "non-reaktif". Jika non-reaktif, maka bisa berpergian, jika reaktif maka harus isolasi mandiri, setidaknya selama 2 minggu.

Pemeriksaan PCR

Pemeriksaan yang spesifik ke COVID-19 dan merupakan gold-standard adalah test PCR. Spesimen yang diambil adalah dari bagian belakang hidung, dinamakan dengan nasal swab. Jadi dari spesimen tersebut dilihat kode genetiknya. Kenapa kode genetik? karena virus COVID-19 ini kan virus yang besarnya kecillll sekali, tidak bisa dilihat dengan mikroskop. Yang bisa dilakukan adalah dengan mengetahui rantai genetiknya (virus memiliki rantai genetik sendiri) sehingga dengan melakukan tes PCR, keberadaan virus COVID-19 dalam tubuh dapat diketahui.

Tes PCR ini biasanya digunakan untuk mengkonfirmasi nilai Rapid Test yang reaktif. Karena pemeriksaannya lebih rumit, biasanya lebih mahal dan memakan banyak waktu.

Pemeriksaan Kesehatan Untuk Berpergian Dalam Normal Baru 

Kenapa mesti repot melakukan pemeriksaan? Ya, karena kita harus saling menjaga. Di dalam pesawat sulit untuk physical distancing. Jarak antar kolomnya kan lumayan sempit, sulit untuk menjaga jarak. Selain itu saat terbang juga harus bersama diruangan yang tertutup. Mana bisa buka jendela kan ya 😆 karena itu, demi keselamatan bersama, semua harus melakukan pemeriksaan kesehatan. Jangan sampai bikin kluster baru cuma karena satu pesawat dengan orang yang positif COVID-19.

Kamu bisa memilih apakah ingin rapid saja atau sekalian PCR. Menurutku sih, paling tidak tes rapid dulu 3-4 hari sebelum berangkat. Lalu kalau non-reaktif, beli tiketnya dan urus surat-surat yang diperlukan. Mencari rapid test terdekat tidak sulit kok, bisa lewat Halodoc.

Platform digital Halodoc punya daftar rumah sakit dan dokter yang lengkap, jadi tinggal masukin aja di filter mau melakukan tes apa, langsung muncul tuh lokasi, biaya, dan informasi penting lainnya. Halodoc ada versi aplikasi juga, jadi lebih mudah buat akses informasi dan pelayanan kesehatan dari smartphone.

6 comments

  1. Syaratnya banyak, prosedurnya panjang
    Memang lebih aman di rumah aja deh pokoknya
    Kecuali ya memang penting banget untuk bepergian ya
    Semoga kita semua diberi kesehatan
    Jangan terpapar, jangan tertular, jangan menulari

    ReplyDelete
  2. memang sedikit ribet tetapi semua untuk kita semua, semoga segera berlalu nih pandemi agar bisa kembali melakukan kegiatan seperti biasa, salam sehat

    ReplyDelete
  3. Wah masih harus menjalani serangkaian pemeriksaan ya biar bisa bepergian..
    Amannya klo g perlu mending di rumah saja ya

    ReplyDelete
  4. Asik juga ada applikasi Halodoc ya, setidaknya bisa daftar sesuai dengan waktu kita bisa, bebas antri pula..

    ReplyDelete
  5. Traveling Gaya Baru di New Normal memang kudu diterapkan dan memang harus diikuti dan dpahami semua orang. Biar traveling jadi aman

    ReplyDelete
  6. Di Bengkulu banyak tempat yang nyediain Rapid Test ga Fir? Kalo swab PCR gimana?
    Kira-kira Halodoc bisa dipake di Bngkulu juga ga ya

    ReplyDelete

Hi! Terima kasih sudah membaca postinganku dan sampai ke bagian ini! Silahkan tinggalkan pemikiranmu tentang postingan ini di kolom komentar dibawah. Have a nice day :)

Penulis. Powered by Blogger.