Rumus Arifin (2017) untuk Perhitungan Sampel Penelitian Eksperimental

 

Halo guys, hari ini untuk pertama kalinya aku nulis review jurnal di blog. Setelah sebelumnya upload abstrak doang.

Kali ini ada jurnal dari Arifini, W.N., dan Zahiruddin, W.M., (2017) yang berjudul Sample Size Calculation in Animal Studies Using Resource Equation Approach. Jurnal ini membahas mengenai rumus perhitungan sampel dengan pendekatan sumber daya.

Pertama kali mengetahui rumus ini karena saat skripsi, aku menggunakan rumus Federer (1967) untuk menentukan jumlah sampel mencit yang kugunakan dalam penelitian eksperimentalku. 

 

(t – 1) (r – 1) ≥ 15 

Rumus Federer (1967)

 

Dari hasil perhitungan Federer plus drop out, aku mendapatkan hasil 6 sampel perkelompok, jadi totalnya 30 ekor mencit.

Nah, oleh penguji, aku disarankan untuk mencari rumus sampel yang baru. Sebenarnya bukan mencari sih, lebih tepatnya mengikuti rumus yang dipakai teman-temanku yang penelitiannya juga menggunakan hewan. Ya selama ujinya sama-sama ANOVA kan gapapa dong liat rumusnya hehe.

Jadilah kubaca dulu;

 

Abstrak

Penelitian menggunakan hewan memainkan peran penting dalam fase pre-klinis dari uji klinis. Pada penelitian menggunakan hewan, analiis pendekatan kalkulasi jumlah sampel lebih direkomendasikan. Kapanpun terjadi keadaan dimana tidak dapat memperhitungkan standar deviasi dan efek dari besaran sampel, salah satu alternatif untuk melakukan analisis kuat yaitu pendekatan 'persamaan sumber daya', yang mana menyediakan jangkauan yang dapat diterima dari derajat bebas eror (DF) pada analisis varians ANOVA. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengarahkan peneliti dalam menghitung angka minimum dan maksimum dari hewan yang dibuuhkan dalam penelitian menggunakan hewan, dengan memformat ulang rumus error DF. 

 

Bahas sama-sama yuk!

Salah satu masalah yang ditemui oleh peneliti yang menggunakan hewan sebagai subjek penelitiannya adalah ketika memperkirakan berapa banyak hewan yang harus digunakan. Sampel yang terlalu sedikit dapat menghilangkan efek nyata dari eksperimen, sedangkan jumlah sampel yang terlalu besar dapat mengarah ke kesia-siaan sumber daya dan menimbulkan masalah etis dari hewan yang dikorbankan.

Masalah etik ini terkait dengan protokol yang dipakai, misalnya dari protokol 3R Ridwan (2013) yaitu Replacement, Reduction, Refinement. Kena di bagian Reduction, jadi sebaiknya diperhitungkan dengan baik jumlah sampelnya.

Rumus yang diajukan oleh Arifin ini melakukan pendekatan persaman sumber daya. Dari pendekatan ini, jangkauan DF yang dapat diterima dalam membahas error variasi analisis (ANOVA) adalah antara 10 sampai 20. Pendekatan ini dapat dipakai ketika outcomenya adalah variabel yang kuantitatif, sehingga dapat digunakan untuk ANOVA.

Rumusnya ada 3 disesuaikan dengan uji ANOVA mana yang dipake. 

 

 

Kalau aku sih, karena yang mau kuteliti adalah nilai glukosa darah mencit dan desainnya pre-post tes control group design, jadi pake desain ANOVA pengukuran berulang, yang ketiga.

Jadi perhitungannya sebagai berikut:

 

Keterangan:   k  = jumlah  kelompok perlakuan; n = jumlah sampel pergrup; DF = angka minimum (10) dan maksimum (20) sampel pergrup; r = jumlah pengulangan pengukuran.

Begitu deh. Jadi pokoknya diperhatikan desain penelitian kalian dan apa yang mau diukur.

Semoga informasinya bermanfaat :D

No comments

Hi! Terima kasih sudah membaca postinganku dan sampai ke bagian ini! Silahkan tinggalkan pemikiranmu tentang postingan ini di kolom komentar dibawah. Have a nice day :)

Penulis. Powered by Blogger.