Rumus Perhitungan Larutan Stok untuk Penelitian Eksperimental

  hewan penelitian eksperimental mus musculus galur swiss webster studimedis

Hari ini aku pengen bahas tentang rumus lagi. Rumusnya gampang, tapi lumayan penting buat sebuah penelitian eksperimental. Biar ga salah-salah, aku langsung bahas dari jurnalnya langsung, "Guidelines on dosage calculation and stock solution preparation in experimental animals’ studies" alias guideline untuk kalkulasi dosis dan persiapan larutan stok untuk penelitian eksperimental dengan hewan.

Jurnalnya bisa kalian baca di Journal of Natural and Sciences Research

Pengenalan Larutan Stok dan Pelarut

Larutan stok ini gunanya buat pemberian obat/ekstrak ke hewan perlakuan. Jadi misalnya kamu mau meneliti efek ekstrak x dengan dosis 50mg/gBB, nah nanti pas pemberian ekstraknya kan butuh pelarut, nah inilah fungsinya rumus dosis larutan stok, supaya bisa menentukan berapa pelarut dan larutan stok yang akan dibuat.

Sebelum menghitung, penting untuk tahu pelarut apa yang digunakan. Pelarut adalah segala zat yang bertindak sebagai media di mana obat diberikan. Pelarut tidak memiliki efek toksik pada hewan dan tidak juga mempengaruhi hasil yang diperoleh untuk senyawa yang sedang diselidiki.

Contoh pelarut yang cocok untuk penelitian hewan meliputi; air, normal saline (0,9% natrium klorida), 50% polietilen glikol, 5 hingga 10%, 0,25% metilselulosa atau karboksimetilselulosa (Karl-Heinz, et al., 2001; Nebendahl, 2000). Kalau untuk ekstrak penelitianku yang lalu, aku menggunakan pelarut minyak wijen/sesame oil.

Dalam sebagian besar penelitian yang melibatkan hewan coba, dosis biasanya dihitung dari larutan stok obat uji yang dilarutkan dalam volume pelarut (media) yang sesuai.

Menurut pedoman OECD (Organization of Economic Corporation and Development’), dosis obat (mg) harus dibentuk dalam volume yang sesuai yang biasanya tidak melebihi 10 ml/kg (1 ml/100 g) berat badan hewan percobaan (tikus dan tikus) untuk pelarut non-air dalam rute pemberian oral. Namun dalam kasus pelarut berair, 20 ml/kg (2 ml/100g) berat badan dapat dipertimbangkan (OECD, 2000).

Volume dosis besar (40 ml/kg berat badan) dapat menyebabkan stres yang tidak perlu pada hewan dan juga dapat membebani kapasitas lambung dan segera masuk ke usus kecil atau dapat mengakibatkan refluks pasif di perut, aspirasi pneumonia, faring, esofagus, dan lambung. iritasi atau cedera dengan pembentukan striktur, ruptur esofagus dan lambung dan stres (Germann & Ockert, 1994; Hejgaard, et al., 1999; Bonnichsen, et al., 2005). Volume yang lebih rendah (5 ml/kg) dapat dianggap melarutkan obat terlarut yang sangat larut.

Volume yang rendah akan memudahkan pemberian obat dalam larutan. Namun, larutan obat yang sangat kental harus diencerkan, jika memungkinkan, untuk kemudahan pemberian. Namun, volume pengenceran akhir tidak boleh lebih dari 20 ml/kg.

 

Perhitungan Volume Dosis

tabel perhitungan volume dosis  untuk perhitungan larutan stok studimedis
Guideline OECD untuk pemilihan volume pelarut

 

Ingat yak, kalau dibilang 10ml/kg, itu bukan artinya ngasih 10ml ke mencit/tikus, tapi tetap harus dibagi sesuai berat badan. Kalau tikusnya punya berat badan 100g, jadi begini:

perhitungan dosis tikus untuk perhitungan larutan stok studimedis

 

Berlaku juga dengan hewan penelitian lain seperti mencit. Mencit itu tikus putih yang lebih kecil daripada tikus yak, jadi beratnya lebih ringan. Pengalamanku kemarin nimbang-nimbang mencit, itu beratnya berkisar 30-40g.

perhitungan dosis mencit untuk perhitungan larutan stok studimedis
perhitungan dosis mencit untuk perhitungan larutan stok

 

Nah, kalau sudah dapat rumus buat volume dosis wajarnya, bisa lanjut ke perhitungan larutan stok.

 

Perhitungan Larutan Stok

Ok, tadi sudah menghitung jumlah volume pelarut untuk tikus/mencit, sekarang tinggal menghitung larutan stok yang akan dibuat. Oh iya, jangan lupa ya untuk mengonversi dosis obat/ekstrak yang mau dicampurkan (pembahasan tentang konversi dosis ekstrak/obat ini akan kubahas dilain kesempatan). 

 

Pembuatan larutan stok untuk penelitian eksperimental studimedis
Membuat larutan stok

 

Kasus : Ingin membuat larutan stok untuk 5 ekor mencit dengan berat badan 40g. Ekstrak yang dipakai adalah ekstrak Beluntas (Pluchea indica) dengan dosis 0,6mg/20gBB.


Pertama-tama lakukan perhitungan dosis pada mencit 40 g dalam satu kali pemberian yaitu;

Perhitungan dosis pada mencit 40 g dalam satu kali pemberian
Rumus perhitungan

 

Sehingga;

perhitungan larutan stok studimedis

 

Kedua, lakukan perhitungan kebutuhan harian larutan stok sebagai berikut

erhitungan kebutuhan harian larutan stok
Rumus perhitungan

 

Mencit yang digunakan berukuran 40g, sehingga volum pantasnya 0,4mL;

Perhitungan kebutuhan harian larutan stok

 

Terakhir, menghitung dosis ekstrak yang dibutuhkan untuk membuat larutan stok yaitu

menghitung dosis ekstrak yang dibutuhkan untuk membuat larutan stok
Rumus perhitungan

 

Sehingga;

menghitung dosis ekstrak yang dibutuhkan untuk membuat larutan stok

 

Larutan stok yang akan dibuat perhari adalah sebanyak 6,0mg/2,0 mL untuk 5 ekor mencit kelompok dosis 0,6mg/20gBB.

Yah kira-kira begitu deh cara untuk menentukan berapa banyak bahan-bahan yang diperlukan saat membuat larutan stok. Semoga bermanfaat buat kalian para pejuang skripsi :D

Oh iya, jika ada yang salah, silahkan tuliskan kritik dan saran yang membangun. Atau kalau ada yang punya refrensi lain tapi belum paham, bisa kirim ke aku supaya dibahas di blog ini :)

Mari belajar bersama!

Pustaka

Oghenesuvwe, E. E., Nwoke, E., & Lotanna, A. D., 2014. Guidelines on dosage calculation and stock solution preparation in experimental animal’s studies. Journal of Natural Sciences, 4(18), hal. 100–106. Tersedia pada: www.iiste.org.

OECD, 2000. Guidance Document on Acute Oral Toxicity. Environmental Health and Safety Monograph Series on Testing and Assessment. 2000. No.24.

Germann, PG., & Ockert, D., 1994. Granulomatous inflammation of the oropharyngeal cavity as a possible cause for unexpected high mortality in a Fischer 344 rat carcinogenicity study. Lab Anim Sci. 44:338–343.

Hejgaard, KC., Alban, L., Thomsen, P., Heller, KE., & Hansen, AK., 1999. Assessing welfare of rats undergoing gavaging with varying volumes. Measurements on open field behaviour, temperature, plasma corticosterone and glucose [Abstract]. Rev. Cienc. 23/24: 16.

Bonnichsen, M., Dragsted, N. & Hansen, AK., 2005. The welfare impact of gavaging laboratory rats. Anim Welf . 14. 223– 227.

No comments

Hi! Terima kasih sudah membaca postinganku dan sampai ke bagian ini! Silahkan tinggalkan pemikiranmu tentang postingan ini di kolom komentar dibawah. Have a nice day :)

Penulis. Powered by Blogger.