Cerita Vaksin COVID-19 (Part 1)

 

Pandemi COVID-19 masih awet saja eksis didunia. Sudah setahun lebih sejak kemunculannya pertama kali. Di Indonesia saja sudah menyebabkan lebih dari satu juta kasus. Belum memberikan tanda-tanda usai.

Sisi cerahnya, sekarang gerakan vaksin sudah dimulai. Hush jangan suuzon dulu. Karena besarnya skala COVID-19 ini, peneliti di seluruh dunia berkerja keras untuk membuat temuan yang bisa mengatasi pandemi ini. Kalau kalian liat beberapa web database penelitian, mereka membuka akses ke penelitian yang berkaitan dengan COVID-19. Database yang biasanya minta kita langganan buat akses jurnal, nyediain gratis. Buat apa? Ya supaya penelitiannya makin garcep. 

Suka Duka Merawat Kucing Persia | Dokter Spesialis Hewan di Bengkulu


Fira dimata teman-teman selalu akrab dengan kata "kucing". Kalau teman lama sih wajar, karena sering dengar celotehku yang kesulitan merawat belasan kucing. Kalau teman-teman baru, langsung tahu dari feed media sosialku yang sesekali disisipi oleh keberadaan makhluk berbulu nan imut dan lucu. 

Cats, hewan piaraan yang lucu imut dan uwu. Bisa dilihat berjam-jam dan nggak bosan. Apalagi pas masih zaman kitten. Ya ampun itu ngeliatin kucing tidur aja kayak ngelihat keajaiban dunia nomor delapan. 

Keluargaku mulai memelihara kucing sejak aku kelas 2 SMA. Sekitar tahun 2012 mungkin ya. Sebelumnya sudah pernah pelihara kucing, tapi ya kayak kucing liar yang datang terus dipelihara atau ada kucing dikasih orang. Dipelihara beberapa minggu tapi umurnya nggak ada yang panjang. Tahun 2012 itu kusebut titik awal karena mama benar-benar mau serius memelihara. 

Penulis. Powered by Blogger.